Nasib Khofifah di Pilgub Jatim ditentukan dua partai gurem
Merdeka.com - Khofifah Indar Parawansa terancam tidak bisa mengikuti pemilihan gubernur Jawa Timur. Hal ini karena dua partai gurem pendukung pasangan Parawansa-Herman S Sumawiredja (BerKah) juga mendukung pasangan incumbent, Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa).
Kendati dua partai gurem pendukungnya bermain mata dengan calon lain, Bakal Calon Gubernur (Bacaleg), Khofifah Indar Parawansa optimis dua partai itu akan tetap mendukungnya di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2013 mendatang.
"Saya, dari dulu selalu optimis. Bahasa saya, Insya Allah selalu ada jalan dan mohon doa-nya agar semua lancar," kata Khofifah saat ditemui di sela pembukaan Olimpiade Matematika di IAIN Sunan Ampel Surabaya, Senin (20/5).
Seperti diketahui pada Minggu (19/5) kemarin, pasangan incumbent KarSa mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur di Jalan Tenggilis Surabaya dengan didukung 32 partai. Dari 32 partai tersebut terselip dua nama partai non-kursi yang juga mendukung pada saat pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja (BerKah) mendaftar pada tanggal 14 Mei lalu.
Dua partai non-kursi yang 'bermain dua kaki' itu adalah Partai Kedaulatan (PK) dan Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI). Hanya saja, saat ikut serta mendaftar dengan dua bakal calon yang berbeda itu, kedua partai ini datang dengan 'wajah' berbeda. Masing-masing datang dengan ketua dan sekretaris yang berbeda.
PK yang mendukung BerKah, ditandatangani Ketua DPD PK Jawa Timur, atas nama Ahmad Isa Noercahyo dan Sekretarisnya, Moh Rosyadi. Sedangkan DPW PPNUI Jawa Timur ditanda-tangani oleh Ma'shum Zen dan Sekretarisnya, Budi Chidmadi.
Sementara PK yang mendukung KarSa, ditanda-tangani oleh A Thoni Dimyati selaku ketua dan Maksum Aziz sebagai Sekretaris DPD PK Jawa Timur. Untuk PW PPNUI Jawa Timur, ditanda-tangani KH RP Abdul Rohman dan KH Suaidi sebagai sekretaris.
Dengan kondisi ini, BerKah terancam gagal maju di Pilgub Jawa Timur. Sebab, 15,55 persen dukungan suara sah, dari PKB dengan 12,26 persen, PKPB (1,48 persen), PKPI sebesar 0,87 persen, PK (0,50 persen), PMB 0,21 persen, dan PPNUI 0,24 persen, bakal berkurang menjadi 14,81 persen. Asumsinya, dikurangi suara dari PPNUI dan PK jika KPU memutuskan dukungan untuk KarSa-lah yang sah. Sementara syarat bisa maju di Pilgub Jawa Timur adalah mendapat dukungan 15 persen suara sah.
Namun, menyikapi kondisi ini, Ketua Umum PP Muslimat NU itu, tidak patah arang. Dia justru teringat dengan pesan mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nadlatul Ulama (PBNU) yang sekaligus mantan Presiden RI ke 4, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, yang sering memintanya untuk tetap berjuang, meski membutuhkan segala pengorbanan.
"Gus Dur pernah bilang kepada saya, kalau hidup ini perlu perjuangan dan berjuang memerlukan pengorbanan. Dan dengan pengorbanan, Insya Allah akan banyak pahalanya," tandas si Bunda Muslimat. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya