Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

NasDem Minta Anas Urbaningrum dan Demokrat Tak Saling Dendam

NasDem Minta Anas Urbaningrum dan Demokrat Tak Saling Dendam SBY dan Anas jangan saling dendam. ©2020 Merdeka.com/liputan6.com

Merdeka.com - Partai NasDem membela Partai Demokrat yang tengah panas usai Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum bebas dari penjara. Usai bebas, Anas menyinggung skenario besar yang membuat dirinya mendekam di penjara.

Ketua DPP Partai Nasdem Effendy Choirie atau Gus Choi meyakini permasalahan Partai Demokrat tidak akan mengganggu Koalisi Perubahan di Pemilu 2024.

"Semoga tidak, semoga aman-aman saja. Partai Demokrat partai yang sah peserta pemilu. Punya DPR di seluruh Indonesia. Punya hak dan kewajiban mengusung calon presiden. Jadi saya yakin aman dan enggak ada kaitan dengan Anas Urbaningrum," kata Gus Choi, saat dihubungi merdeka.com, Kamis (13/4).

Kendati demikian, Gus Choi meminta agar Partai Demokrat dan Anas Urbaningrum saling memaafkan. Tidak saling balas dendam untuk permasalahan di masa lalu.

"Meski demikian, saya berharap para tokoh dan pemimpin republik saling memaafkan. Tidak saling dendam dan tidak saling bermusuhan. Republik ini lelah kalau para tokoh dan pemimpinnya tidak memberi keteladanan yang baik," tegas dia.

Skenario Dimaksud Anas

Seorang sumber yang kenal dekat dengan Anas Urbaningrum membocorkan, setelah bebas Anas akan mengkonfirmasi kepada sejumlah orang yang terlibat dalam skenario tersebut.

Bahkan, kata dia, ada satu narasumber kunci yang telah menyampaikan permohonan maaf kepada Anas karena ikut terlibat dalam skenario besar menjebloskan Anas ke dalam penjara.

"Termasuk orang yang merancang melemparkan telur ke Anas saat di KPK," kata sumber itu saat berbincang dengan merdeka.com.

Sumber ini memberikan sejumlah bukti-bukti kepada merdeka.com. Bukti tersebut berupa foto surat pengakuan orang tersebut dan rekaman permintaan maaf.

Foto tersebut juga menunjukkan sang eksekutor skenario tengah berpose dengan sejumlah orang penting.

Loyalis Anas, Gede Pasek Suardika mengakui, memang ada beberapa orang yang telah meminta maaf kepada Anas. Salah satunya, Muhammad Nazaruddin.

Bahkan menurut dia, sebelum bebas, Nazar sempat bersimpuh di kaki Anas. Dia meminta maaf kepada Anas. Kata Pasek, Anas pun memaafkan.

"Lho mas, kok dimaafin ini (Nazaruddin)," kata Pasek saat berbincang dengan Anas.

"Ya mau gimana lagi bli, siapa tahu besok-besok dia bisa sadar," jawab Anas saat ditanya Pasek.

"Siapa tahu dengan dimaafin dia sadar gitu jawabannya Mas Anas. Kalau saya maunya kan marah," ujar Pasek yang juga Ketua Umum PKN.

Menurut Pasek, Nazaruddin seharusnya terlibat dalam 30 kasus korupsi sekaligus. Namun, yang diusut hanya tiga saja. “Nah itu kan berarti ada bargaining,” kata Pasek.

Satu lagi, Pasek mengakui, ada seseorang yang telah memberikan surat pernyataan dan pengakuan telah terlibat dalam skenario menyerang Anas. Namun, Pasek masih menyembunyikan identitas orang tersebut.

Pasek memastikan, orang tersebut masih hidup. Foto-foto orang tersebut yang memang dikenal dekat dengan penguasa saat itu. "Pokoknya dia menjatuhkan citra Mas Anas tugasnya," kata Pasek.

Sementara itu, Petinggi PKN, Laksamana Sukardi mengatakan, tugas Anas setelah bebas adalah mengkonfirmasi terhadap orang-orang yang pernah terlibat dalam skenario tersebut. Namun, Laksamana menolak menjelaskan, siapa saja orang tersebut.

"Jadi banyak sekali tugas Mas Anas setelah keluar ini ya. Mengkonfirmasikan kepada pihak-pihak yang telah memasukkan dia ke sini," ujar Laksamana.

Misalnya saja, kata Laksamana, Anas harus bertemu dengan pimpinan KPK saat itu yakni Abraham Samad dan Bambang Widjojanto.

"Bisa kan menanyakan, ngga ada salahnya kan nanya. Ya Mas Anas juga punya bukti-bukti," ujarnya.

Perihal siapa lagi yang bakal dikonfirmasi, Laksamana masih merahasiakan hal tersebut. “Anda lebih baik tanya Pasek," ujar dia.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP