NasDem bidik swing voters di Pemilu 2019
Merdeka.com - Politisi Partai NasDem Taufiqulhadi mengatakan jelang Pemilu tahun 2019 partainya akan fokus menaikkan elektabilitas. Salah satunya dengan meraih suara masyarakat yang belum menentukan partai pilihannya (swing voters).
"Sebelum mendapatkan pemilih tradisional, maka kami akan berusaha mendapatkan suara-suara yang swing vote," kata Taufiq di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (25/1).
Swing vote di Indonesia, kata Taufiq, dalam Pemilu 2014 cukup tinggi dan lebih berpotensi untuk diraih suaranya. Di Pemilu sebelumnya, partai besutan Surya Paloh itu mencapai meraih suara sekitar enam persen yang rata-rata berasal dari suara swing voters.
"Dari awal hanya kami memperoleh dari hasil survei hanya satu sekian persen. Tetapi kemudian kami mendapatkan 6,67 persen itu adalah swing votenya hampir enam persen," ungkapnya.
Anggota komisi III ini percaya diri, dari hasil survei kemarin yang mengatakan NasDem mendapatkan 4,2 persen suara. Ia yakin NasDem bisa mempertahankan suara di tahun lalu dan juga meraih suara swing voters.
"Jadi kami bisa membawa dengan dasar yang sekarang kami telah miliki, 4,5 persen itu kami mampu meraih kami yakin mampu meraih suara dari periode yang lalu karena dasarnya kami sudah lebih kuat sekarang ini," tandasnya.
Untuk diketahui, dalam survei lembaga Lingkaran Survei Indonesia (LSI) ada lima partai yang diprediksi tidak bisa mempertahankan diri di parlemen karena mendapatkan persentasi suara survei yang rendah. Lima partai itu adalah PAN, PKS, NasDem, PPP dan Hanura.
"Lima partai lama yang belum aman PPP, NasDem, PKS, PAN, Hanura. Masih ngeri-ngeri sedap untuk bisa lolos parliamentary threshold," kata Peneliti LSI Rully Akbar di Graha Rajawali Gedung LSI, Rawamangun, Jakarta, Rabu (24/1).
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya