Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Munaslub Golkar digelar 18-20 Desember di Hotel Sultan Jakarta

Munaslub Golkar digelar 18-20 Desember di Hotel Sultan Jakarta Nusron Wahid. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Panitia penyelenggara Munaslub Golkar tengah mematangkan persiapan kukuhkan ketua umum Golkar baru pasca Setya Novanto ditahan KPK. Rencananya, Munaslub akan dilakukan di Hotel Sultan Jakarta mulai 18 Desember nanti.

Ketua Koordinator bidang pemenangan Pemilu wilayah I Golkar, Nusron Wahid mengatakan, saat ini tengah melakukan persiapan materi dan akomodasi munaslub. Dia memastikan, Munaslub digelar 18 Desember malam.

"Insya Allah Rapimnas dilaksanakan tanggal 18 pagi dan Munaslub tanggal 18 malam sampai tanggal 20," kata Nusron saat dihubungi merdeka.com, Kamis (14/12).

Menurut dia, rapimnas dan munaslub akan digelar di tempat yang sama. Rencananya, Hotel Sultan menjadi pilihan digelarnya Munaslub.

"JICC dan Hotel Sultan Jakarta," kata Nusron.

Dalam rapat pleno Golkar Rabu (13/12) kemarin, Airlangga Hartarto didaulat menjadi ketua umum Golkar untuk mengisi kekosongan. Tapi Nusron menegaskan, munaslub nanti bukan berarti aklamasi kukuhkan Airlangga. Masih terbuka ada pertarungan jika ada kader Golkar lain yang ingin maju.

Idrus Marham sebelum hadiri rapat pleno Golkar kemarin mengatakan dirinya belum bisa memastikan maju jika belum ada penetapan Munaslub. Sementara Aziz Syamsuddin yang awalnya niat maju, akhirnya memilih mundur di rapat pleno kemarin.

" Ya saya lebih baik mundur, Pak Airlangga lebih cocok jadi ketua umum," kata Aziz santai di sela konferensi pers di Kantor DPP partai Golkar, Jakarta Barat, Rabu (13/6).

Aziz melanjutkan keputusannya mundur dari pencalonan Ketum Golkar baru terpikirkan saat rapat pleno berlangsung. Alasannya demi mempertahankan keutuhan partai. Dia tak ingin membuat partainya menjadi gaduh.

"Baru tadi pas rapat pleno. Menjaga suasana biar enggak gaduh," ujarnya.

Aziz mengaku pasrah setelah penetapan ketua umum partai Golkar yang dilakukan secara Aklamasi. Pun bila Airlangga mencopot dirinya dari jabatan Ketua Banggar di DPR.

"Saya pasrah saja kalau Pak Airlangga mau copot saya (dari ketua Banggar)," ungkapnya.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP