Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Munas rekonsiliasi Golkar tak akan pernah terjadi?

Munas rekonsiliasi Golkar tak akan pernah terjadi? Islah Golkar. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Rencana Partai Golkar menggelar munas rekonsiliasi untuk menyatukan kubu Aburizal Bakrie (Ical) dan Agung Laksono nampaknya hanya sekedar wacana. Hal ini dampak dari putusan Mahkamah Agung (MA) yang menyatakan bahwa kepengurusan Munas Golkar di Bali sah dan berkekuatan hukum tetap.

Politikus Golkar kubu Agung Laksono, Leo Nababan pesimis dengan perhelatan munas rekonsiliasi tersebut. Menurut dia, munas rekonsiliasi hanya siasat Ical saja sejak awal.

"Saya mencium itu lama, karena memang itu hanya taktik kelakuan pihak ARB. Saya sudah melihat itu sejak lama. Saya sangat pesimis, saya mencium hal yang tidak fair," kata Leo saat dihubungi merdeka.com, Kamis (17/3).

Sebuah informasi menyebutkan, Ical memang saat ini sudah tak lagi semangat menggelar munas rekonsiliasi pasca putusan MA. Bahkan sejumlah calon ketua umum Golkar dari kubu Ical tak lagi bergerilya ke daerah untuk mencari dukungan maju di munas.

Bahkan loyalis Ical, Ade Komarudin yang awalnya hendak deklarasi 11 Maret lalu, agendanya diubah menjadi ikrar kepada Golkar. Sekjen Golkar Idrus Marham disebut sudah tak lagi keliling menggalang dukungan daerah.

Leo menilai, seharusnya tidak ada lagi alasan untuk Ical menunda pelaksanaan munas. Menurut dia, Kemenkum HAM sudah memperpanjang SK Munas Riau selama enam bulan sebagai dasar pelaksanaan munas rekonsiliasi.

"Jadi ini dibutuhkan jiwa negarawan, saya ini memiliki komitmen dan saya meminta semuanya cinta damai. Ibaratnya ada orang suami istri sudah mau cerai di pengadilan putus tapi tiba-tiba mau rujuk, karena mendahului kepentingan orang banyak, anak, keluarga orang lain," jelas Leo yang menegaskan persoalan Golkar tak bisa diselesaikan lewat jalur hukum.

Dia hanya khawatir jika munas rekonsiliasi tak jadi gelar maka Golkar terancam terpuruk di Pilkada serentak 2017. Karena itu, dia mendesak Ical komitmen dengan perjanjian yang sudah dilakukan dan ditandatangani dengan Agung Laksono dan Jusuf Kalla (JK).

"Calon Golkar di pilkada tidak akan bisa bertarung, itu konsekuensinya," terang dia.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP