Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

MUI harap para kandidat Pilkada jujur masalah dana politik

MUI harap para kandidat Pilkada jujur masalah dana politik Ilustrasi MUI. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Dana kampanye para pasangan calon kepala daerah di Pilkada Serentak 2017, menjadi salah satu isu menjadi sorotan publik. Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengharapkan para kandidat berani terbuka masalah dana sehingga tidak menimbulkan pelbagai prasangka buruk.

Apalagi, kata Anwar, pihaknya sudah lama mengeluarkan fatwa terkait politik uang. Untuk itu, Anwar berharap para paslon bisa jujur dalam menyampaikan hal apapun ke publik. Sebab, tegas Anwar, kejujuran adalah sikap dan sifat harus dimiliki seseorang bila dia ingin sukses baik dalam hidup di dunia maupun untuk hidup di akhirat.

"Begitu juga dalam kehidupan berpolitik. Karena dengan adanya kejujuran tersebut, dia akan bisa mendapatkan kepercayaan dari konstituennya, sehingga kepemimpinannya akan langgeng, karena akan mendapatkan dukungan yang tulus dari masyarakat yang dipimpinnya," kata Anwar dalam keterangannya, Rabu (25/1).

Karenanya, dia mengingatkan, jika tidak berbuat jujur maka akan mudah tak mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. "Kalau ada yang melakukan tindak ketidakjujuran, yang bersangkutan telah melakukan tindak yang tak terpuji dan ini jelas tidak baik, terlebih bagi masyarakat dan rakyat yang dipimpinnya," ujarnya.

Sementara itu, mantan pimpinan KPK, Adnan Pandu Praja, mengatakan pada prinsipnya paslon harus melaporkan tata kelola keuangannya sejak diterima sampai ketika disalurkan. "Kalau sejak awal paslon sudah transparan dan tidak ada yang disembunyikan, Insya Allah dijamin ketika yang bersangkutan terpilih akan bebas dari jeratan KPK," jelas Adnan.

Sebaliknya, lanjut dia, bila dilaporkan jauh dari sesungguhnya terjadi, mudah diduga pola kerjanya akan juga manipulatif. Karena itu, Adnan mengingatkan bagi pemilih cerdas bisa melihat dan bandingkan antara dana kampanye dengan gaya para paslon.

"Masyarakat harus bisa membandingkan antara dana kampanye yang dilaporkan dengan gaya kampanye yang berlebihan. Jadi mari selamatkan Pilkada dari pemodal konglomerat hitam," terangnya. (mdk/ang)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP