Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Minimalisir Konflik, Jokowi dan Prabowo Disarankan Bertemu pada 17 April

Minimalisir Konflik, Jokowi dan Prabowo Disarankan Bertemu pada 17 April Debat kedua Pilpres 2019. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Politisi PDI Perjuangan Maruarar Sirait menyarankan setelah pencoblosan 17 April, kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden, Jokowi-Ma'ruf serta Prabowo-Sandiaga bertatap muka. Momennya bisa setelah pencoblosan atau usai keluar pasangan calon presiden pemenang.

"Saya bayangkan tanggal 17 bisa ada pertemuan antara Jokowi dan Prabowo. Saya pikir itu akan menjadi pesan nyata ke publik yang bagus sekali," ujar Maruarar di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (12/4).

Usulan ini muncul demi menjaga persatuan sekaligus mencegah konflik. Sebab, publik sudah lama terbelah akibat Pilpres.

"Memang bisa diantisipasi oleh aparat keamanan, tapi kalau Jokowi dan Prabowo sendiri yang langsung melakukan itu maka tak lucu jika pendukungnya saling menghasut dan sebagainya," kata Maruarar.

Dia menjelaskan kondisi yang stabil itu penting tidak cuma untuk menjaga persatuan. Tetapi, agar iklim perekonomian berjalan lancar.

"Itu akan membuat suasana jadi lebih sejuk, buat ekonomi bagus, pengusaha mau investasi lebih yakin lihat indonesia stabil dan matang dalam berpolitik," kata Maruarar.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP