Metafor-metafor Anas saat kisruh Demokrat
Merdeka.com - Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dikenal gemar menggunakan metafor-metafor untuk menganologikan apa yang sedang ia alami, termasuk soal kisruh partai yang kini berujung pada upaya pelengseran dirinya. Dia suka menggunakan metafor, baik dalam bentuk kata-kata maupun gambar.
Metafor yang sering digunakan Anas biasanya bertema pewayangan, cerita sepakbola atau pepatah-pepatah umum yang menurutnya cocok dengan keadaan yang sedang dialami. Sarana menyampaikan metafor-nya pun beraneka ragam, mulai melalui Twitter, mengucapkan langsung, atau hanya menulis status di BlackBerry Messenger(BBM)-nya.
Berikut 4 metafor yang pernah digunakan Anas:
Sengkuni
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSengkuni, tokoh pewayangan dalam kisah Mahabrata, digunakan Anas saat upaya pelengseran dirinya sebagai ketua umum kembali gencar, menyusul hasil survei Saiful Mujani Reseacrh and Consuting (SMRC) yang menyatakan suara Demokrat jeblok. Soal Sengkuni ini, Anas menyampaikannya via status BBM.
"Politik para sengkuni," tulis Anas di status BBM-nya kemarin.
Sengkuni alias Haryo Suman adalah tokoh antagonis tulen. Masyarakat tradisional Jawa memakai nama Sengkuni untuk menjuluki orang yang paling tidak disukai di lingkungannya. Orang Jawa biasanya membicarakan Sengkuni bukanlah dalam konteks untuk mencela, juga bukan dalam rangka mengadopsi wataknya yang angkara murka, namun lebih pada mewaspadai bahaya laten yang mungkin muncul.
Kiprah Sengkuni sebagai penghasut mencapai sukses pertamanya ketika Raja Destarata menyerahkan Kerajaan Astina kepada anaknya Duryudana. Kepiawaiannya dalam hal kelicikan dan tipu muslihat digambarkan dalam lakon 'Pandawa Dadu'.
Dalam lakon ini dikisahkan bagaimana, Kurawa menantang Pandawa untuk bermain dadu. Dua keluarga bersaudara ini pun akhirnya terlibat adu dadu. Sengkuni yang memang memiliki kemampuan sihir menjadi pelempar dadu pihak Kurawa. Sengkuni pun menang mudah dari Pandawa.
Sedikit demi sedikit harta benda Istana Indraprastha milik Pandawa, bahkan kemerdekaan para Pandawa dan istri mereka, Dewi Drupadi tergadai ke tangan Duryudana.
Pandawa kalah di tangan Sengkuni. Sebagai hukuman, mereka harus menjalani hidup selama 12 tahun di dalam hutan, dan dilanjutkan dengan menyamar selama setahun di suatu negeri. Jika penyamaran sampai terbongkar, mereka harus mengulangi kembali selama 12 tahun hidup di dalam hutan dan begitulah seterusnya.
Apakah politik para Sengkuni yang dimaksud Anas berkaitan dengan kisah tersebut?
Persaingan MU dan City
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comAnas menggunakan metafor persaingan dua klub Inggris, Manchester United dan Manchester City, saat dirinya digoyang elite Demokrat sendiri, menyusul jebloknya suara partai penguasa itu. Hasil survei SMRC menunjukkan suara Demokrat tinggal bersisa 8,3 persen, jauh di bawah PDIP (18,2 %) dan Golkar (21,3%).
Lewat akun Twitter-nya, Anas mengatakan: "Angka itu bergerak dinamis. Tidak statis. Mau bukti? Skrg jarak United dan City menjadi 9. GGMU. Ya kan bang @saididu n @ferrymbaldan?" tulis Anas, Senin (4/2).
Kuat dugaan, kicauan Anas soal sepakbola itu adalah analogi terhadap hasil survei SMRC. Kira-kira begini, upaya Manchester City mengejar ketertinggalan dari Manchester United bukan suatu yang mustahil, begitu juga dengan hasil survei suara partai. Jika City yang sebelumnya ketinggalan jauh sekarang tinggal berjarak 9 poin, maka partai pun bisa melakukannya. Karena itu, Anas mengatakan: "Angka itu bergerak dinamis. Tidak statis."
Arjuna
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comAnas kembali menggunakan tokoh pewayangan sebagai metafor. Kali ini adalah Arjuna, tokoh protagonis dalam kisah Mahabrata. Soal Arjuna ini dia sampaikan lewat display picture di BlackBerry Messenger-nya.
Arjuna dikenal sebagai sang Pandawa yang menawan parasnya dan lemah lembut budinya. Ia adalah putra Prabu Pandudewanata, raja di Hastinapura dengan Dewi Kunti atau Dewi Prita, yaitu putri Prabu Surasena, Raja Wangsa Yadawa di Mandura.Arjuna dikenal berjiwa kesatria. Salah satu ucapan Arjuna yang mungkin paling terkenal adalah, "Aku selalu bertarung sampai akhir dan aku selalu menang."Kuat dugaan Anas menggambar dirinya dengan Arjuna. Dalam 'peperangan politik' ini, Anas barangkali akan bertekad bertarung sampai akhir, sambil berharap selalu menang seperti Arjuna.
Pepatah umum
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSelain tema pewayangan dan sepakbola, Anas juga suka menggunakan pepatah-pepatah umum untuk menggambarkan apa yang dia hadapi. Soal pepatah ini sering dia ungkapkan lewat akun Twitter-nya.
"Tuips, jangan gentar memanjat meski angin menerpa. Keberhasilan hanya bermakna karena perjuangan," kicau Anas pada November tahun lalu, sambil mem-posting gambar pohon kelapa di tepi pantai yang ditiup angin kencang.
Kuat dugaan, Anas menyadari angin politik sedang kuat menerpa dia. Meski demikian, dia tidak surut untuk terus 'memanjat' karier politiknya. Nasihat itu juga dia sampaikan kepada para pengikutnya di Twitter.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya