Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Meski mendukung, Demokrat pesimis Jokowi setujui dana aspirasi

Meski mendukung, Demokrat pesimis Jokowi setujui dana aspirasi Partai Demokrat konpers walk out sidang paripurna RUU Pilkada. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Fraksi Partai Demokrat DPR mendukung dana aspirasi atau Usulan Program Pembangunan Daerah Pemilihan (UP2DP). Namun, Wakil Ketua Umum Demokrat Syarief Hasan, pesimis anggaran sebesar Rp 11,2 triliun itu dapat diterima dan direalisasikan oleh Presiden Jokowi.

"Kami pesimistis ini (dana aspirasi) disetujui pemerintah," ucap Syarif Kompleks Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (24/6).

Menurut Syarief, dana aspirasi akan sulit diselipkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016. Hal tersebut karena saat ini kondisi perekonomian Indonesia tengah memburuk.

Untuk merealisasikan dana aspirasi, Rp 20 miliar rencananya akan diberikan untuk setiap anggota DPR tiap tahunnya. Dengan total anggota DPR berjumlah 560 orang, dana sebesar Rp 11,2 triliun tengah diperjuangkan lembaga itu untuk masuk ke dalam APBN 2016 sebagai ‘bekal’ bagi anggota DPR dalam membangun daerah pemilihan mereka masing-masing.

Seperti diketahui, dalam rapat paripurna kemarin, Demokrat bersama enam fraksi lain mendukung dana aspirasi. Ketua Badan Legislasi DPR Sareh Wiryono membacakan nama tujuh fraksi yang mendukung dan tidak ada upaya interupsi dari Fraksi Partai Demokrat (F-PD).

Akhirnya, tiga fraksi yang menolak dana aspirasi ini, yakni PDI-P, Nasdem, dan Hanura, kalah suara. Pimpinan sidang Fahri Hamzah pun mengetuk palu sidang dan mengesahkan peraturan mengenai dana aspirasi.

(mdk/ren)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP