Mereka yang puji debat Prabowo saat lawan Jokowi
Merdeka.com - Calon presiden Prabowo Subianto ternyata sempat grogi ketika melakukan debat terbuka capres cawapres untuk pertama kali. Pasalnya dalam debat ini dirinya langsung berdebat dengan lawannya, Joko Widodo (Jokowi).
"Saya kira untuk yang pertama kali bagus ya lumayan. Agak grogi juga sedikit," jelas Prabowo usai debat terbuka di Balai Sarbini, Jakarta Selatan, Senin (9/6).
Walaupun begitu, dirinya tetap percaya diri selama debat berlangsung. Karena dia menilai, debat yang dilakukan berjalan lancar. "Bagus tapi, lancar dan baik," ujar Prabowo.
Meski Prabowo mengakui sedikit grogi, namun tak sedikit tokoh yang memuji kelihaian mantan Danjen Kopassus itu dalam menguasai keadaan.
Berikut mereka yang puji debat Prabowo saat lawan Jokowi:
Pius Lustrilanang
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comDua pasangan capres cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) 'duel' dalam debat pertama yang diselenggarakan KPU tadi malam. Pro dan kontra penampilan kedua kubu hangat diperbincangkan.Aktivis 98' Pius Lustrilanang ikut berkomentar tentang acara debat kandidat capres dan cawapres tersebut. Dia mengomentari pertanyaan seorang JK tentang masalah Hak Asasi Manusia (HAM) yang dinilainya merupakan sebuah jebakan.Menurut Kader Partai Gerindra ini, Prabowo sudah sukses melewati pertanyaan jebakan tersebut. Dia sepakat dengan jawab Prabowo yang lebih memilih menyelamatkan hidup banyak orang ketimbang membiarkan pelaku teror berkeliaran."Prabowo lolos "jebakan Batman" isu pelanggaran HAM. Pertama, sebagai prajurit ketika melaksanakan tugas, dia lebih memilih hak hidup (HAM) orang banyak ketimbang menghormati hak hidup pelaku teror," tulis Pius dalam akun Facebook-nya beberapa jam lalu dikutip merdeka.com, Selasa (10/6).Pius yang menjadi salah satu korban penculikan ini mengatakan, soal pelanggaran HAM di masa lalu, sebagai prajurit Prabowo sudah melaksanakan tugas yang diperintahkan kepadanya dengan baik. Sehingga, kata dia, terserah atasan dalam menilai."Mencegah pelanggaran harus lewat pendidikan di semua sektor, termasuk kepada prajurit dan atasan. Jadi jangan sampai ketika prajurit melaksanakan tugas karena perintah atasan ketika menemui masalah lalu dikorbankan oleh atasan. Mantap!!!" tulis dia lagi.
Priyo Budi Santoso
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKedua pasangan capres dan cawapres malam kemarin sudah berdebat dalam tema pembangunan demokrasi, pemerintahan bersih dan kepastian hukum. Mereka pun tampil maksimal mengeluarkan kemampuannya. Namun, siapa yang unggul semalam masih sulit ditentukan.Politikus Partai Golkar Priyo Budi Santoso mempunyai penilaian sendiri kepada jagoannya, yaitu Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa. Dia menyebut bahwa penampilan kedua tampil natural."(Debat) semalam itu Pak Prabowo tampil asli dengan gaya kepemimpinan beliau. Aura ketegasan nampak," kata Priyo di Rumah Polonia, Jakarta, Selasa (10/6).Namun, Priyo menyayangkan penampilan Prabowo-Hatta pada debat tersebut. Dia menilai keduanya tidak mengeluarkan kemampuan penuh."Memang tidak semua yang terbaik telah dilakukan, tetapi kemarin kita melihat aura ketegasan tentang persoalan di negeri ini dijawab dengan tangkas," terangnya.
Yenny Wahid
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comYenny Wahid menilai pasangan Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta sudah mampu mewakili Gus Dur dalam demokrasi dan pluralisme. Hal itu disampaikan anak Gus Dur tersebut setelah mengamati dua pasangan tersebut dalam debat capres semalam."Saya berpikir capres-capres tersebut secara wacana luas, sudah mampu mewakili pemikiran Gus Dur dalam hal demokrasi dan pluralisme. Kita lihat komitmen kedua capres sangat kuat, terhadap kebhinekaan di Indonesia," kata Yenny di Gedung Bhayangkari Mabes Polri, Jakarta, Selasa (10/7).Yenny menganggap jawaban dan pandangan Prabowo saat ditanya JK tentang HAM sudah tepat. "Prabowo ketika ditanya JK beliau memberikan argumen yang bisa diterima. Salah satunya argumen membela kepentingan umum," jelas dia.
Martin Hutabarat
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comAnggota Dewan Pembina Partai Gerindra Martin Hutabarat melihat acara debat capres-cawapres yang sudah dimulai tadi malam, Senin (9/6), merupakan pendidikan politik yang mahal bagi masyarakat.Melalui debat capres-cawapres tersebut, lanjut Martin, masyarakat bisa melihat lebih transparan dari kedua sosok pasangan capres-cawapres yang akan dipilih pada 9 Juli mendatang."Pendidikan yang mahal bagi bangsa agar mereka betul kenal siapa pemimpinnya," kata Martin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/6).Terkait pertanyaan cawapres Jusuf Kalla terkait HAM yang dinilai memojokkan Prabowo Subianto, Martin menilai, Prabowo menjawab sesuai fakta yang saat itu terjadi."Selama ini Prabowo tak pernah jawab soal HAM. Ditanya soal itu dia spontan. Memang memahami kejadian dulu. Kalau dulu polisi di bawah TNI kalau ada yang ancam stabilitas negara, TNI yang maju. Macan Asia memang mengorbankan banyak demokrasi dan HAM. Prabowo jawab tegas," jelas Martin.Dari debat tersebut, lanjut Martin, masyarakat diberi dua pilihan kebijakan yang akan diterapkan. "Ada aspek yang ditunjukkan mereka, dua visi, ada yang ingin pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan, orang akan lihat Prabowo. Kalau orang mau melihat kebebasan akan lihat ke Jokowi," tutup Martin.
Drajad Wibowo
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comTim Prabowo-Hatta mengaku senang dengan pertanyaan cawapres Jusuf Kalla (JK) kepada Prabowo Subianto terkait HAM dalam debat capres-cawapres semalam. Sebab, JK justru memberikan kesempatan kepada Prabowo untuk mengklarifikasi kepada Prabowo untuk menjawab tudingan selama ini.Juru Bicara Timses Prabowo-Hatta, Dradjad Wibowo mengungkapkan, pertanyaan tersebut ibarat durian runtuh. Menurut dia, Prabowo sudah menjawab dengan tegas tentang tuduhan melanggar HAM yang selama ini selalu dikaitkan dengan mantan Danjen Kopassus itu."Seperti durian runtuh. Kenapa? Isu paling keras yang ditembakkan ke Prabowo Subianto selama ini adalah isu HAM. Semalam Mas Bowo malah mendapat panggung TV gratis selama 2x3 menit untuk mengklarifikasi tudingan tersebut, langsung kepada puluhan juta rakyat yang menonton," kata Dradjad lewat pesan singkat, Selasa (10/6).Dradjad melihat pertanyaan JK adalah Rahmat dari Allah. Dengan begitu, Prabowo sudah selesai mengklarifikasi tuduhan pelanggaran HAM itu."Sebagai bahan evaluasi, saya bertanya ke beberapa teman-teman jurnalis yang masih netral. Saya tanya juga beberapa ilmuwan dan anak-anak muda. Semua sepakat Mas Bowo tampil sangat luar biasa, meski awalnya terlihat kurang rileks. Menurut mereka, momen puncak bagi Prabowo adalah saat mengklarifikasi isu HAM. Saya pribadi melihat, pertanyaan Pak JK itu adalah rahmat tersembunyi dari Allah SWT untuk Prabowo-Hatta," tegas dia.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya