Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mereka yang meragukan masa depan PKS pasca terlibat korupsi

Mereka yang meragukan masa depan PKS pasca terlibat korupsi Kampanye PKS . merdeka.com

Merdeka.com - Penangkapan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengejutkan banyak pihak. Tidak ada yang menduga lelaki bertubuh gempal itu terlibat upaya penyuapan dari perusahaan pengimpor daging metah.

Luthfi diduga terlibat dalam kasus suap impor daging sapi di Kementerian Pertanian. Sebelum menangkap Luthfi, KPK lebih dulu membekuk Ahmad Fathanah bersama seorang wanita muda bernama Maharany.

Tidak butuh waktu lama, lembaga yang dipimpin Abraham Samad itu meningkatkan statusnya menjadi tersangka. Perubahan status tersebut membuat Luthfi memutuskan mundur dari jabatannya. Hanya berselang sehari, PKS segera bereaksi cepat dan memilih Sekretaris Jenderal Anis Matta sebagai pengganti Luthfi.

Kubu PKS sendiri merasa yakin dengan terpilihnya Anis sebagai pemimpin baru mereka partai dakwah itu semakin solid. Meski demikian, ada pula orang yang meragukan PKS akan berhasil meraih hasil signifikan pada pemilu 2014 mendatang.

Siapa saja mereka, berikut hasil rangkuman merdeka.com sejak pengumuman keterlibatan Luthfi hingga dinyatakan sebagai tersangka:

Pendiri PKS Yusuf Supendi

yusuf supendi rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yusuf Supendi mengaku meragukan Anis Matta memegang mandat sebagai presiden PKS yang baru. Yusuf menilai Anis bisa menciptakan stagnansi partai. "Kalau Anis Matta menjadi Presiden PKS, tidak akan ada penyelesaian," kata Yusuf di Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (1/2). Seperti dikutip dari Antara. Yusuf mengatakan dia khawatir kondisi PKS akan semakin terpuruk karena banyak kader yang meragukan Anis. "Jangan-jangan karena kader-kader semakin hari, tidak tambah yakin dan publik tidak percaya dengan PKS," katanya. Menurut dia, jika PKS tidak mampu meraih 3,5 persen suara pada Pemilu 2014 akan terjadi kehancuran di tubuh partai. "Mau tidak mau gulung tikar kalau tidak bisa mencapai 3,5 persen," ujarnya. Dia berpesan kepada Anis Matta untuk melakukan perubahan radikal demi perbaikan baik di dalam maupun di luar partai. "Ya terserah, saya sebagai pendiri hanya mengingatkan apabila tidak radikal untuk melakukan perbaikan, Anis Matta sebagai presiden partai ya cuma begitu-begitu saja," katanya. Namun, menurut Yusuf, peran baru sebagai presiden partai harus dijalankan secara konsisten. "Tapi harus konsisten dan harus bisa mengundurkan diri dari jabatannya di pemerintahan, yakni sebagai wakil ketua DPR," katanya.

Ketum Partai NasDem Surya Paloh

nasdem surya paloh rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengatakan kalau partai berbasis Islam tersebut sedang dilanda musibah. "Dia (PKS) sedang kena musibah," ujar Surya Paloh usai acara ulang tahun ormas Nasional Demokrat yang ketiga di kantornya, Jumat (1/1). Surya menilai, PKS adalah partai sahabat. Dia tidak ingin mencari kesempatan atau celah dalam kasus yang menerpa PKS. "Tidak etis kalau saya harus mencari kesempatan. Nasdem bisa memahami apa kondisi di internalnya," katanya.

Burhanuddin Muhtadi

rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Kasus penangkapan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq dapat memberikan keuntungan bagi Partai Amanat Nasional (PAN). Partai berlambang matahari bentukan Amien Rais itu berpeluang merebut suara dari PKS. Menurut pengamat politik Burhanuddin Muhtadi, kedua partai tersebut memiliki kesamaan karakteristik dilihat dari segi pemilihnya masing-masing. "Irisan pemilih PKS itu hampir sama dengan PAN dari sisi pendidikan, pemilih dua partai ini sama dari middle class, sama-sama dari Islam modern berbasis Muhammadiyah, Persis, kedua pemilih ini sama-sama berasal dari kota," kata pengamat politik, Burhanudin di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (2/2). Persamaan itu sangat mempengaruhi jumlah suara dan simpatisan dari kedua partai tersebut. Jika salah satu mengalami penurunan, maka lawannya justru meraih hasil yang cukup memadai, begitu pula sebaliknya. "Pemilih PAN dan PKS antogonistik, kalau PAN naik PKS turun, PKS turun PAN naik ada irisan ceklis dari PAN dan PKS," tutur dia. Akan tetapi, Burhanudin menilai kedua partai ini tidak memiliki nilai lebih karena tidak mampu meraih peningkatan drastis. Pasalnya, antara PAN dan PKS sendiri tak memiliki daya tarik lebih untuk mendapatkan suara dari pemilih lainnya. "Dinamika positif tidak ada, cuma jadi partai follower karena tidak ada peningkatan cenderung parah. Secara umum kurang dapat tempat dalam pemilih karena tidak ada daya tarik. Lama orang islam menganggap sama saja dengan partai nasionalis," tutupnya. ---------

Pengamat Politik dari Universitas Parahyangan, Bandung

dari universitas parahyangan bandung rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Korupsi. Satu kata ini bisa membuat kalang kabut dalam satu keorganisasian partai. Demokrat sebelumnya diterpa badai partai Korup karena ulah kadernya. Kini, hal serupa juga tampaknya akan dialami Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Pengamat Politik dari Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung Asep Warlan menilai, kini PKS sudah merasakan apa yang dirasakan Demokrat, akibat kasus yang menimpa Presidennya Lutfhi Hasan Ishaaq. "Saya kira PKS kini sudah mulai babak belur akibat dari kasus hukum yang menjerat presidennya. Ini kan sebelumnya dirasakan Demokrat," kata Asep di Bandung, Kamis (31/1). Embel-embel partai 'Bersih dan Peduli' nampaknya sudah tidak berlaku lagi bagi partai ini. Sebab stigma partai tergantung perilaku di dalamnya. "Jika sebuah partai korupsi ini akan sangat menentukan citra di masyarakat," ungkapnya. Apalagi yang tersandung adalah presidennya sendiri. Orang yang mengomandoi partai. Dia menyarankan agar PKS segera membenahi dan mengembalikan image yang disebutnya partai bersih tersebut. Caranya agar jajaran pengurus PKS untuk melakukan klarifikasi kepada masyarakat bahwa partainya memang benar-benar bersih. "Kalau memang mengklaim partai yang bersih, silakan buktikan kepada masyarakat memang benar-bener bersih," tambah Asep. Tahun ini, 2013 - 2014 adalah tahun politik yang akan dihadapi PKS. Paling dekat adalah Pilgub Jabar pada Februari 20013 ini yang mengusung kembali Ahmad Heryawan. Baginya kasus ini juga akan menghambat dan menyulitkan pemenangan pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar. Pasalnya, pasangan tersebut diusung oleh PKS, PPP, dan Hanura. "Pengaruh pasti ada, tapi ya masih ada waktu untuk berbenah dan mengklarifikasi kepada masyarakat untuk membuktikan bahwa partainya bersih," jelasnya. ---------

Direktur Eksekutif Pol-Track Institute, Hanta Yudha

pol track institute hanta yudha rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Direktur Eksekutif Pol-Track Institute Tahun 2013 merupakan tahun politik. Satu per satu parpol yang ada mulai terkuak akan kasus korupsinya. Tak ketinggalan pula, partai yang getol mengusung slogan 'bersih dan peduli' atau Partai Keadilan Sejahtera (PKS) diciduk oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bukan kader biasa, namun pentolan atau presiden partai yang ditahan KPK, Luthfi Hasan Ishaaq. Direktur Eksekutif Pol-Track Institute Hanta Yudha AR berpendapat tahun ini merupakan pukulan terberat bagi perjalanan PKS. "PKS tampaknya mengalami pukulan luar biasa. Kita tahu bahwa jantung kekuatan elektoral PKS salah satunya adalah soal bersih dan antikorupsi. Isu bersih dan antikorupsi menjadi magnet elektoral bagi partai ini, dan menjadi selling point bagi partai ini," jelas Hanta saat dihubungi di Jakarta, Kamis (31/1). Menurutnya, sejak PKS berdiri diakui memang belum ada satu pun kader yang ditahan atau ditetapkan tersangka oleh KPK. Justru ketika KPK beraksi, langsung mencokok presiden partai. Hanta menegaskan, persepsi publik akan berbalik arah seratus delapan puluh derajat akan citra PKS setelah presiden partai ditetapkan sebagai tersangka. Pukulan terhadap PKS akan jauh lebih berat dibandingkan partai lain karena PKS merupakan partai yang lebih menunjukkan nuansa Islami. "Citra PKS akan memburuk karena sanksi sosial dan hukuman publik relatif lebih berat terhadap PKS ketimbang misalnya terhadap kader Golkar dan PDIP. Demikian juga Partai Demokrat. Khusus Demokrat dan PKS derajat sanksi publik akibat terpaan isu korupsi lebih berat," jelasnya. Oleh karena itu, tugas dan PR terbesar PKS adalah secepatnya merecovery citra partai yang tetap bersih dan antikorupsi. Menjaga soliditas internal agar mesin politik partai tetap efektif, serta mulai memikirkan strategi-strategi baru sebagai magnet elektoral partai. "Jadi ini bisa menjadi tantangan, peluang, tetapi juga ancaman bagi PKS yang semakin terjal menuju 3 besar (sesuai target mereka) di pemilu 2014. Dan tentu saja proses hukum di KPK juga profesional, mandiri, dan bebas intervensi politik," tandasnya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP