Menteri Rini disebut mau gadai BUMN, politisi PDIP ini makin berang
Merdeka.com - Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) menuding Menteri BUMN Rini Soemarno punya niat untuk memprivatisasi aset BUMN kepada asing. FITRA menyebut Rini ingin menggadai perbankan BUMN agar diberikan utang dari China.
Menanggapi hal itu, Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu yang dikenal kerap mengkritik Rini Soemarno makin berang. Dia menyatakan, penjualan aset BUMN kepada asing sangat berbahaya. Sebab, lanjut dia, utang yang diajukan pemerintah kepada China akan dibayar oleh rakyat melalui pajak.
"Hal ini akan membahayakan, kalau sampai utang terus, maka rakyat yang menanggung utang tersebut. Kalau gagal bayar utang maka akan diserahkan ke negara, suntikan dari APBN sedangkan APBN berasal dari pajak rakyat," kata Masinton ketika dihubungi merdeka.com di Jakarta, Rabu (23/9).
Menurutnya, langkah yang dipilih Rini justru menjauhkan dari visi misi Presiden Joko Widodo yang termaktub dalam Nawa Cita. Padahal dalam Nawa Cita ingin mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri secara ekonomi dan politik.
"Langkah Rini menjauhkan cita-cita program Nawa Cita. Dengan berutang ke China, masyarakat tak mandiri secara ekonomi tapi membebani. Apapun yang dilakukan BUMN bukan sebagai representatif rakyat," jelasnya.
"Apalagi negara sedang mengalami perlambatan ekonomi, utang luar negeri bertambah lagi. Itu baru utang ke BUMN belum ke PLN dan lembaga pemerintah lainnya. Perusahaan BUMN membiayai proyek dan infrastruktur itu tidak untuk rakyat kecil," ujarnya.
Selain itu, ia menilai, perjanjian utang antara Menteri Rini dengan pihak China menyalahi aturan lantaran tak lebih dahulu berkoordinasi dengan DPR. Atas hal itu, langkah yang dipilih Rini bermuatan motif pemaksaan dengan memakai program Nawa Cita.
"Dia juga belum berkonsultasi dengan DPR, yakni wakil rakyat. Hal ini seakan ada motif pemaksaan yang ditutupi program Nawa Cita dengan berutang ke China. Adapun proyek yang terkesan dipaksakan yaitu kereta cepat Jakarta-Bandung," imbuhnya.
Langkah Rini yang melangkahi program Nawa Cita dan kewenangan DPR, menurut Masinton, sebagai bentuk sifat Rini yang pandai bersiasat di balik cita-cita Jokowi. "Dia itu pintar bersiasat melakukan proyek - proyek negara dengan membawa cita-cita Nawa Cita," pungkasnya.
Sebelumnya, Masinton yang paling kencang mendesak Rini mundur dari jabatannya. Belum lama ini, dia juga telah melaporkan Rini Soemarno ke KPK dengan dugaan gratifikasi dari Dirut Pelindo II RJ Lino.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya