Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menteri Jokowi beraliran neoliberal diminta mengundurkan diri

Menteri Jokowi beraliran neoliberal diminta mengundurkan diri Rapat Kabinet Kerja. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Direktur Eksekutif Lembaga Studi Kebangsaan 1998 Nuryaman Berry Hariyanto mengatakan bagi para menteri kabinet kerja Jokowi-JK yang beraliran neoliberal (mengutamakan kepentingan asing) baik dari segi perekonomian maupun sektor lain sebaiknya mengundurkan diri.

Dia menilai bangsa Indonesia butuh menteri-menteri yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, sehingga dapat membangun Indonesia lebih baik.

"Menteri yang tidak memiliki pemahaman, apalagi aktualisasi Trisakti dan Nawacita, mereka masuk dalam golongan neolib. Dan neolib sangat bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila sebaiknya mundur," kata Berry pada acara diskusi 'Siapa Pembajak Reformasi, Trisakti dan Nawacita?' di bumbu desa, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (19/12).

Berry menilai, Indonesia tidak pantas dipimpin oleh pejabat-pejabat yang tidak paham ideologi negaranya sendiri. Karena bangsa yang besar butuh sosok para pejabat yang Pancasilais.

"Tidak mungkin bangsa yang besar dan sarat dengan nilai-nilai ideologis filosofis ini harus dipimpin oleh pemimpin-pemimpin yang gagal ideologi", tegasnya.

Memasuki periode tahun kedua pemerintahan Jokowi, masih kata Berry, gerakan dan aksi bersih-bersih harus terus dilakukan oleh Jokowi dan jajarannya.

Bagi para pejabat publik, mulai dari menteri, dirjen, petinggi BUMN, kepala badan dan lembaga negara yang tidak bernapaskan Trisakti dan Nawacita sudah sepatutnya dicopot.

"Mereka akan menjadi benalu dalam gerakan terwujudnya Trisakti dan Nawacita," tegasnya.

Lebih jauh Berry mendorong Presiden Jokowi untuk selektif memilih para pembantunya yakni menteri-menteri yang tergabung dalam kabinet kerja bukan hanya kompeten pada bidang semata, juga harus memiliki jiwa Pancasila bukan jiwa neolib.

"Sejumlah menteri sepertinya akan masuk dalam bidikan (target) reshuffle kabinet kedua. Dan, sudah semestinya Presiden Jokowi menggunakan parameter ini sebagai rujukan keputusannya untuk mencopot sejumlah menteri yang anti Trisakti dan Nawacita,"

Sebab itu, sambung Berry, untuk menguatkan Trisakti dan Nawacita di setiap sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, pemerintahan Jokowi-JK sudah saatnya membangun konsensus bersama terkait hal tersebut.

"Amalkan Trisakti dan Nawacita, agar tidak sekadar menjadi slogan indah dan menara gading," tandasnya.

(mdk/ren)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP