Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

'Menteri hina Jokowi jika dipertahankan bikin publik tak simpati'

'Menteri hina Jokowi jika dipertahankan bikin publik tak simpati' Jokowi hadiri pelepasan beras miskin di Perum Bulog. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Wacana reshuffle kabinet menjadi sorotan publik dan makin berhembus kencang. Apalagi, mencuat Menteri BUMN Rini Soemarno disebut-sebut telah mengecilkan atau merendahkan Presiden Jokowi.

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia(LIPI) Siti Zuhro berpendapat, menteri diangkat oleh presiden untuk membantu jalannya roda pemerintahan. Ibarat kata, jika pembantu sudah berani merendahkan majikan, maka wibawa majikan menjadi taruhannya. Hal itu seperti sikap menteri kepada presiden.

"Secara etika bila tetap mempertahankan orang tersebut bisa jadi menimbulkan penilaian yang tak simpati. Bagaimana mungkin tetap merekrut orang yang jelas-jelas menghinanya. Sebagai pembantu presiden, loyal dan hormat menjadi persyaratan juga." kata Siti Zuhro saat dihubungi, Selasa (13/6).

Sebelumnya, Politikus PDI Perjuangan Masinton Pasaribu secara jelas memberi sinyal bahwa menteri yang mengecilkan Presiden Jokowi adalah perempuan dan bukan berasal dari parpol. Menteri Rini Soemarno menjadi objek yang dimaksud, tetapi dengan tegas dia membantahnya.

Tak hanya kali ini saja Rini menjadi sasaran tembak untuk digoyang dari jabatannya sebagai Menteri BUMN. Apalagi, hubungan Rini dan PDIP diketahui memanas serta tidak sepaham.

Zuhro menegaskan, Jokowi memiliki hak prerogatif untuk mencopot atau mempertahankan menteri-menterinya. Tetapi jika memang betul ada menteri yang merendahkan Jokowi dan tidak diambil sikap, maka otomatis wibawanya dipertaruhkan.

"Prerogatif presiden untuk mencopot atau tetap tak menggeser mereka," tegas Zuhro.

(mdk/efd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP