Menko Polhukam minta tokoh reformasi tak main tuduh tanpa bukti
Merdeka.com - Munculnya dikotomi Partai Setan dan Partai Allah dari salah satu tokoh reformasi, Amien Rais, membuat Menko Polhukam Wiranto gerah. Dia pun memperingati kepada mereka yang terlibat dalam gerakan reformasi bangsa, tidak saling menjatuhkan.
"Waktu 20 tahun kita bereformasi ini masih pendek dan masih berproses. Banyak tokoh reformasi kita, ayo bersama membangun, jangan menuduh macem-macem tanpa suatu referensi kebenaran," ujar Wiranto di Gedung Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (18/4).
Menurut Wiranto, bila ada pihak-pihak keberatan dan ingin mengkritik pemerintah, hal itu bisa dikondisikan, tanpa mencederai kematangan demokrasi Indonesia yang dinilai sudah baik.
"Pak Jokowi bilang kritik itu dibutuhkan, silakan kantor saya terbuka untuk siapapun yang ingin memberi kritikan dan saran, jangan kemudian menampilkan egosentris, panas dan cekcok," tegas mantan panglima ABRI ini.
Terakhir, dia pun mengimbau agar gelaran tahun politik bisa menjadi cikal yang baik kepada dunia internasional, bahwa Indonesia adalah negara yang matang dalam berdemokrasi.
"Jadikan ini tahun penuh demokrasi, kita arahakan rakyat gembira suka cita, jadikan satu pertunjukan demokrasi yang bisa kita jual bahwa Indonesia sudah matang berdemokrasi," tutup dia.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya