Menilik 'gajah-gajah' di Golkar yang bisa lengserkan Setya Novanto
Merdeka.com - Sudah menjadi rahasia umum, banyak faksi yang terdapat di internal Partai Golkar. Pasca KPK menetapkan sang ketum Setya Novanto tersangka, gajah-gajah' di Partai Golkar pun siap mengirim utusan untuk maju sebagai ketua umum baru.
Ketua DPP Partai Golkar, Indra Bambang Utoyo mengatakan, banyak faksi di Golkar yang dapat mempengaruhi keputusan partai ke depan. Meskipun dia mengakui, saat ini pimpinan Partai Golkar menegaskan tak akan ada Munaslub pasca Novanto ditetapkan tersangka.
"Suara 'orang besar' bisa mempengaruhi keadaan Golkar. Jadi menurut saya, beberapa minggu ke depan, akan terjadi gejolak, manuver, segala macam, baik di pusat maupun di daerah," kata Indra saat berbincang dengan merdeka.com, Selasa (18/7).
Mantan Caketum Golkar yang pernah bertarung dengan Novanto di Munaslub 2016 lalu ini mengungkap faksi apa saja yang kini tengah mengincar kursi sang ketua umum partai beringin. Menurut dia, mulai dari faksi orang tua, sampai sayap partai akan sangat mempengaruhi keputusan Golkar nanti.
"Ada faksi kalangan pendiri Golkar, ada Kosgoro, SOKSI sama MKGR. Ada juga faksi, kelompok utama yang pernah pimpin Golkar seperti Akbar Tanjung, JK, Aburizal Bakrie. Juga ada faksi Agung Laksono, belum lagi SOKSI-nya Ade Komarudin."

Agung Laksono ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman
"Kemudian faksi pemerintah yang suka ikut cawe-cawe, yang namanya Luhut Binsar Panjaitan, bagaimana peran beliau kan kelihatan benar itu di Golkar. Jadi ini yang saya sebut gajah-gajah, kita lihat dulu gimana manuver beliau-beliau itu nanti," kata Indra.
Meski begitu, dia mengingatkan, para petinggi Golkar itu tak melupakan suara daerah dari tingkat provinsi sampai kabupaten dan kota. Sebab, Golkar daerah yang paling merasakan betul dampak merosotnya elektabilitas Partai Golkar.

Menko Polhukam Luhut Pandjaitan ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman
"Itu bergantung juga dengan sikap dari Novanto, rencana mau praperadilan juga kan, kalau menang yasudah, kembali jadi ketum. Tapi kalau kalah ya pasti ada gejolak," terang dia.
Dua calon ketua umum yang saat ini kencang dan beredar di internal Golkar yakni, Agus Gumiwang Kartasasmita dan Airlangga Hartarto. Agus dinilai dekat dengan kelompok Jusuf Kalla (JK), sementara Airlangga merepresentasikan restu Jokowi.
"Ya bisa saja, tergantung gajah-gajah itu tadi," katanya singkat.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya