Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menebak lawan kuat Ahok-Djarot, Yusril-Sandiaga atau Anies-Sandiaga?

Menebak lawan kuat Ahok-Djarot, Yusril-Sandiaga atau Anies-Sandiaga? ahok-yusril-sandiaga. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) telah memutuskan untuk merapatkan barisan mendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Pilgub DKI 2017. Partai besutan Megawati Soekarnoputri ini akhirnya bergabung dengan Partai Golkar, NasDem dan Hanura yang sudah lebih dulu mendukung Ahok.

Partai yang berjargon partainya wong cilik ini memasangkan Ahok dengan Djarot Saiful Hidayat, yang juga kader dan saat ini mendampingi Ahok sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Hitungan kasar di atas kertas, duet Ahok-Djarot ini mengantongi dukungan 52 kursi dari total 106 kursi yang ada di DPRD DKI.

Partai-partai non Ahok pun merapatkan barisan. Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turun gunung dan merangkul PAN, PPP, dan PKB untuk membahas pasangan calon yang nantinya menjadi lawan kuat Ahok-Djarot.

Kemungkinan besar, PKS dan partai Gerindra juga akan bergabung untuk melawan petahana.

"Ini Pilgub DKI serasa Pilpres ya," kata SBY di Cikeas, Rabu (21/9) malam.

Berdasarkan survei yang dirilis lembaga Survei Poltracking Indonesia beberapa waktu lalu, ada pasangan yang bisa menjadi lawan seimbang Ahok-Djarot. Pasangan itu adalah duet mantan Menteri Pendidikan dan kebudayaan, Anies Baswedan dengan Sandiaga Uno atau Yusril Ihza Mahendra dengan Sandiaga Uno.

Jika Pilgub diikuti oleh dua pasangan yakni Ahok-Djarot dan Anies-Sandiaga, maka 37, 95 persen responden memilih Ahok-Djarot dan 36,38 persen memilih Anies-Sandiaga. Sedangkan 25, 67 persen menjawab tidak tahu.

Jika responden yang menjawab tidak tahu sebagian besar menjatuhkan pilihan ke Anies-Sandiaga, bukan tidak mungkin duet Ahok-Djarot bakal terkalahkan. Dalam survei ini, pasangan Yusril-Sandiaga mencapai 28,46 persen.

Partai Gerindra sendiri tak mempersoalkan Sandiaga Uno yang awalnya dipatok nomor satu harus diubah menjadi nomor dua alias cawagub. Yang terpenting bagi Gerindra dan parpol non Ahok, pasangan Ahok-Djarot bisa dikalahkan.

"Pasangan itu (Anies-Sandiaga) sudah ada di survei Poltracking, sebagai masukan bisa dipertimbangkan, ya bisa dan akan kita diskusikan dengan partai koalisi," kata Ketua Tim Penjaringan Gerindra Syarif saat berbincang, Selasa (20/9).

"Pak Anies ini representasi siapa? Yang mengusulkan siapa? Kalau tidak ada yang mengusulkan bagaimana, kecuali Pak Anies diusulkan Demokrat, PKS, Gerindra tinggal mendukung, Pak Sandi nomor dua, oke saja. Kalau tidak ada yang mengusulkan masak dipaksakan," terang dia.

Nama Anies Baswedan sendiri didorong oleh PPP dan hal ini diakui Sekjen PPP Arsul Sani. Partai berlambang kabah ini lebih sreg mengusung Anies Baswedan sebagai calon gubernur yang berpasangan dengan Sandiaga Uno.

Menurutnya, kemungkinan Pilgub DKI akan melibatkan 2 pasangan calon dan akan berlangsung head to head atau satu putaran. Hal tersebut akan terjadi apabila Gerindra dan PKS bergabung ke poros alternatif yang dijajaki Demokrat, PAN, PPP dan PKB. Namun, jika Pilgub DKI berjalan dua putaran, pihaknya tetap konsisten tidak akan mendukung pasangan Ahok-Djarot.

"Artinya bisa saja di dalam Pilkada DKI ini yang terjadi head to head. Tapi enggak nutup kemungkinan juga tidak head to head tapi ada 3 pasang tetap dengan komitmen siapapun nanti kalau ada putaran ke-2 akan kami dukung sebagai konsistensi komitmen awal kita enggak dukung petahana," tegasnya.

Sikap PKB tak jauh beda dengan PPP yang sepakat menduetkan Anies-Sandiaga menjadi lawan tangguh Ahok-Djarot. Wacana duet Anies-Sandiaga jadi salah satu opsi yang akan diusung partai-partai non Ahok.

Sedangkan Partai Demokrat menaruh perhatian yang lebih terhadap Yusril Ihza Mahendra. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan, nama Yusril berada di urutan kedua setelah Ahok, kemudian baru disusul Anies Baswedan.

"Ada Pak Yusril, Anies Baswedan, Sandiaga Uno dan Rizal Ramli. Elektabilitas Yusril urutan kedua setelah Ahok," kata Syarief di Cikeas.

PKS sendiri masih terus membuka komunikasi dengan PAN, PKB, PPP, Gerindra dan Demokrat untuk mencari pasangan calon di Pilgub DKI 2017. Meski telah mengantongi nama Sandiaga Uno-Mardani Ali Sera, tetapi PKS masih membuka peluang duet tersebut disusun ulang.

Sejumlah nama pasangan calon tengah dilirik, salah satunya kemungkinan duet Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Al Muzzammil menyebut PKS akan terbuka untuk berdialog terkait calon-calon yang akan diusulkan.

"Dalam politik semua mungkin sejauh kita bicara dengan kepala dingin, konstruktif, sehat. Siapa yang dicalonkan itu yang kita dialogkan. Kita membangun sinergi dengan fraksi dan parpol yang ada. Mudah-mudahan bisa kita sepakati," kata Ketua DPP PKS Al Muzzammil Yusuf di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/9).

Sedangkan Presiden PKS Sohibul Iman mengapresiasi pertemuan ketua umum parpol yang digagas Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sohibul menyambut baik pertemuan itu, sekaligus berharap rapat tersebut menghasilkan keputusan yang sejalan dengan sikap PKS soal pasangan calon ideal bagi Jakarta.

"Kami senang, semoga besok ada konklusi 6 partai ke arah kesamaan sikap dan langkah menuju pilkada DKI yang lebih berkualitas. Tadi pagi saya juga komunikasi dengan Pak Syarif Hasan Demokrat bahwa kita selalu terbuka dialog membicarakan yang terbaik buat DKI," kata Sohibul.

(mdk/sho)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP