Menebak arah langkah politik SBY dan Demokrat
Merdeka.com - Usai rilis hasil hitung cepat (quick count) pemilihan legislatif (pileg) pada 9 April lalu, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ), hanya mengatakan siap berkoalisi dan menjadi oposisi bila itu terjadi.
Namun sejak peryataan yang ditayangkan di televisi itu, sampai kini Demokrat belum mengambil sikap tegas, misalnya jika berkoalisi bakal menggandeng partai mana. Kemudian bila memutuskan oposisi, keputusan tersebut juga belum dibuat.
Kendati demikian, bukan berarti Demokrat diam. Beberapa elite partai berlambang mirip Mercy itu beberapa kali melontarkan gagasan ide koalisi. Misalnya Juru Bicara Partai Ruhut Sitompul yang mengutak-atik peluang-peluang koalisi capres dan cawapres antara Demokrat dengan partai lain.
Di sisi lain, Konvensi Capres Demokrat yang sebelumnya dikabarkan bubar, juga dibantah dan diputuskan dilanjutkan. Menebak langkah politik SBY dan Demokrat memang sulit. Tapi bila melihat pernyataan SBY serta elite partai, kemungkinan langkah-langkah ini bisa diambil SBY:
Berikut ini langkah-langkah politik yang bisa saja diambil SBY dan Demokrat:
Buat koalisi sendiri
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPartai Demokrat belum memutuskan arah koalisi di pemilu presiden 2014. Juru Bicara Demokrat Ruhut Sitompul, mengatakan kendali partai dipegang oleh SBY sebagai ketua umum. Oleh sebab itu, hingga kini Demokrat masih menunggu arahan langsung dari ketua."Kita masih menunggu fatwa amanat dari Pak SBY. Yang jelas siap menjalankan dan mendukungnya," kata Ruhut kepada merdeka.com, Selasa (22/4).Konvensi capres yang masih berlangsung saat ini, Ruhut melanjutkan, juga ditujukan untuk mencari capres. Artinya, jika nantinya Demokrat berpeluang untuk menciptakan poros sendiri, maka tak menutup kemungkinan akan kembali menggandeng partai yang tergabung dalam setgab koalisi."(Konvensi) tetap, karena itu belum pernah punya cawapres. Konvensi masih calon presiden. Semua itu di luar Gerindra, PDIP dan Hanura, semua sudah merasa enak berboncengan dengan kami. Mereka masih memimpikan koalisi dengan kami," sebutnya.Beberapa waktu lalu, Ruhut juga menyebut kemungkinan memasangkan capres dari Demokrat dengan Hatta Rajasa, Ketua Umum PAN. "Hatta juga mau, padahal Hatta 7 persen," ujar Ruhut.
Gabung Golkar
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPartai Golkar sudah bersiap berkoalisi dengan partai lain usai pemilu legislatif nanti. Menurut Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Golkar Sharif Cicip Sutardjo, koalisi itu merupakan hal yang tidak bisa dihindari.Apalagi dirinya menyatakan sampai saat ini partai berlambang pohon beringin tersebut, kerap menjalin berkomunikasi dengan partai lain. Namun, Cicip enggan membeberkan partai mana saja yang sedang didekati Golkar.Ketika disindir apakah Partai Golkar bakal koalisi dengan Partai Demokrat, Cicip enggan berkomentar banyak. "Kita komunikasi terus (Demokrat), termasuk dengan semua partai. Golkar itu partai yang paling cair paling bisa komunikasi dengan partai lain," tegas Cicip.Potensi koalisi Golkar-Demokrat memang besar. Apalagi Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul juga mengatakan, komunikasi SBY kepada lintas partai khususnya dengan capres lain sudah bagus. Dia memiliki hubungan baik dengan Prabowo Subianto, Joko Widodo (Jokowi) dan Aburizal Bakrie (Ical)."Jadi kalau memang harus koalisi, Pak SBY yang memegang kartu trufnya. Jadi semua masih bisa terjadi. King maker pemegang kartu truf ke mana Joker diletakkan SBY, di situ menang," klaim Ruhut.
Gandeng Prabowo
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comHubungan SBY dan Prabowo selama ini memang adem ayem. Kedua tokoh ini berulang kali melakukan pertemuan tertutup. Apalagi keduanya juga sama-sama dari militer. Tapi apakah dalam pilpres kali ini kedua Demokrat dan Gerindra bakal berkoalisi? Kemungkinan itu bisa saja terjadi.Ketua Harian Partai Demokrat Syarief Hasan, mengatakan pertemuan antara SBY dan Prabowo layaknya pertemuan para tokoh sebagaimana biasanya. Karena itu, dia menilai wajar saja jika SBY bertemu dengan Prabowo."Sejauh ini belum ada pembicaraan serius (soal koalisi). Kalau komunikasi dengan pimpinan partai itu wajar karena beliau presiden," pungkasnya.Kabar yang beredar, bahwa Presiden SBY meminta kepada Prabowo agar pemenang konvensi Demokrat diduetkan dengan Prabowo di Pilpres 2014. Namun dengan catatan, jika dalam pemilu legislatif, suara Demokrat lebih kecil ketimbang Gerindra.Jika PDIP tak berminat untuk berkoalisi dengan Demokrat, Ruhut Sitompul melanjutkan, Demokrat tak masalah. Masih ada capres lain seperti Prabowo. "Kalau dia (Jokowi) tidak ambil, kita ke Prabowo masih punya kans untuk menang, wakilnya bisa Dahlan Iskan dan Gita Wirjawan," tegasnya.
Oposisi
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKemungkinan lain, Demokrat akan mengambil sikap sebagai oposisi. Apalagi SBY dalam pernyataannya juga tegas mengatakan bila Demokrat siap menjadi oposisi jika calon presidennya keok. Atau sebaliknya, Demokrat juga siap bergabung dengan pemerintahan. "Dua-duanya dimungkinkan. Demokrat siap menjalankan sebagai oposisi dan pemerintahan," ujarnya.
(mdk/mtf)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya