Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mendorong anak desa jadi Capres di 2019

Mendorong anak desa jadi Capres di 2019 Kampanye PAN. ©2014 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Pemilu presiden masih dua tahun lagi. Tapi suhu pertarungan sudah mulai terasa sejak kini. Terlebih, partai-partai telah menyatakan dukungannya kepada calon kuat kandidat capres di Pemilu 2019 nanti.

Golkar, NasDem, Hanura dan PPP misalnya. Mereka sudah mendeklarasikan untuk mendukung incumbent Joko Widodo (Jokowi). Sementara Partai Gerindra, juga kembali akan mengusung sang ketua umum Prabowo Subianto menjadi capres.

Sejauh ini, baru ada dua kutub politik Jokowi dan Prabowo yang terlihat. Namun, dalam Rakernas PAN di Bandung, muncul dorongan untuk mencapreskan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan.

Di tengah riuh Rakernas PAN, nama Zulkifli muncul. Didorong ikut bersaing dengan Jokowi dan Prabowo. Sayang, Zulkifli masih tak mau menanggapi namanya didorong jadi capres. Menurut dia, persiapan Pemilu 2019 masih jauh.

Dia berkisah, tak pernah bermimpi jadi ketua MPR, apalagi jadi presiden. Sebab, dia merasa hanya anak desa.

ketum pan zulkifli hasan

Ketum PAN Zulkifli Hasan ©2017 Merdeka.com

"Saya jadi ketua MPR sudah tinggi banget. Saya tidak pernah mimpi jadi Ketua MPR, mimpi jadi menteri. Ketua MPR saja bagi saya tinggi, mobil saja RI 5, saya anak desa," kata mantan Menteri Kehutanan era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut, Selasa (22/8).

Zulkifli takut, rakyat marah jika para elite politik sudah sibuk memikirkan Pilpres 2019. Padahal, kondisi ekonomi yang tengah dialami Indonesia sedang sulit. Dia ingin fokus lebih dulu kerja sebagai ketua MPR, menjaga Pancasila, persatuan dan kesatuan.

"Kalau kita ngomongin Pilpres sekarang, rakyat marah, daya beli turun, sekarang malah ngomongin kekuasaan," tandasnya.

Kembali ke dukungan politik. PDIP, Demokrat, PKS, PAN dan PKB hingga kini belum menentukan siapa yang akan didukung dan diusung jadi capres di 2019. Rata-rata alasannya sama, masih jauh untuk berpikir dukung mendukung di Pilpres.

Nama-nama seperti Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Agus Harimurti Yudhoyono sempat beredar untuk ikut dalam kontestasi Pilpres. Namun lagi-lagi, baik Gatot maupun Agus menolak untuk bicara Pilpres.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP