Mendagri minta Golkar dan PPP sudahi konflik jelang Pilkada serentak
Merdeka.com - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta, Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Golkar segera menyelesaikan konflik dualisme kepengurusan. Hal itu agar keduanya bisa mengikuti Pilkada Serentak pada 9 Desember mendatang.
"Kami sepakat dengan KPU bahwa KPU dan Kemendagri tidak ingin melibatkan diri secara intens terhadap kondisi parpol pengusung calon," kata Tjahjo di kantor KPU, Jakarta, Jumat (17/4).
Menurutnya, kedua partai politik tua tersebut bakal menyelesaikan konflik sebelum Pilkada serentak digelar. Mereka akan disibukkan dengan penentuan pasangan calon dalam pilkada.
"Saya optimis, sehingga PPP dan Golkar dapat berperan dan ikut terlibat dalam proses politik di daerah, khususnya menentukan pasangan calon, dari satu partai maupun gabungan parpol," ujarnya.
Sementara itu, Ketua KPU Husni Kamil Manik mengatakan, partai politik yang akan mengajukan kandidat dalam Pilkada serentak bisa berkonsultasi pada bulan Juli mendatang. Sebab pendaftaran kandidat pilkada dibuka oleh KPU pada 26 Juli mendatang.
"Mudah-mudahan dalam tiga bulan proses konflik parpol di pengadilan bisa tuntas," kata Husni.
Diketahui, Golkar terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kubu Agung Laksono dan kubu Aburizal Bakrie. Sedangkan, PPP terbagi menjadi kubu Djan Faridz dan kubu Romahurmuziy.
(mdk/efd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya