Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menakar kekuatan politik usai PDIP jagokan Ahok di Pilgub DKI

Menakar kekuatan politik usai PDIP jagokan Ahok di Pilgub DKI PDIP usung Ahok-Djarot. ©2016 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Setelah melalui drama yang panjang, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akhirnya memutuskan merapat ke barisan pendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Pilgub DKI. PDIP akhirnya menyatakan bergabung dengan Golkar, NasDem dan Hanura yang sudah lebih dulu mendukung Ahok.

PDIP memasangkan Ahok dengan kader mereka yang saat ini juga wakilnya Ahok, Djarot Saiful Hidayat. PDIP memastikan mengusung duet petahana ini setelah melalui rapat pleno yang cukup alot.

Dukungan empat partai ini membuat Ahok di atas kursi. Hitungan kasar di atas kertas, dari 106 kursi di DPRD DKI, 52 kursi sudah di tangan Ahok. PDIP dengan 28 kursi, Hanura 10 kursi, Golkar 9 kursi dan NasDem 6 kursi.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Prasetyo Edimarsudi mengaku, tidak akan gentar siapapun lawan dalam pesta demokrasi itu. Sebab Ketua Umum Megawati Soekarnoputri telah memerintahkan untuk memenangkan pasangan Ahok-Djarot.

"Pokoknya kita sudah diperintahkan partai kita laksanakan. Sebagai petugas partai, siapapun lawannya. Itu perintah," katanya di Kantor DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/9).

Ketua DPRD DKI Jakarta ini menambahkan, partainya tengah melakukan pembahasan untuk melakukan komunikasi dengan tiga partai pendukung Ahok, Hanura, Golkar dan NasDem. Namun, dia memastikan partainya yang akan mengantarkan mantan Bupati Belitung Timur itu ke KPU DKI.

"Makanya kita sedang merapatkan ini kita karena rekomendasinya akan dikirimkan langsung oleh PDI Perjuangan ke KPU DKI," tutup Prasetyo.

Lalu benarkah pasangan Ahok-Djarot di atas angin? (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP