Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Megawati ke Jokowi: Blusukan Pak, Blusukan

Megawati ke Jokowi: Blusukan Pak, Blusukan okowi dampingi Mega tanam pohon di Condet. ©2013 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengatakan, pemimpin harus mau blusukan untuk bertemu dan bersalaman dengan rakyat. Megawati bilang, seorang pemimpin negara sebesar Indonesia harus menjadi pemimpin yang mau turun ke lapangan.

Untuk itu, Megawati mengaku sebagai pihak yang mendorong Presiden Joko Widodo untuk rajin blusukan ke lapangan. Seperti pengalaman Megawati sebelumnya.

"Kalau orang tidak mengerti bagaimana lapangannya. Jadi para pemimpin seharusnya, dengan negara sebesar ini kita harus menjadi pemimpin lapangan," ujar Megawati peringatan HUT Ke-199 Proklamator RI Mohammad Hatta yang digelar oleh Badan Nasional Kebudayaan Pusat (BKNP) PDI Perjuangan secara virtual, Kamis (12/8).

"Makanya saya bilang kepada Pak Jokowi, "Blusukan Pak, blusukan." Saya tuh dulu blusukan. Bukannya mau menyombongkan diri, tidak. Itu sebuah pengalaman hidup. Luar biasa Indonesia ini, pemimpin itu harus memimpin rakyar banget," tegasnya.

Megawati mengatakan, bertemu dengan rakyat supaya pemimpin bisa dikenal rakyatnya.

Hal tersebut juga Megawati ajarkan kepada kader-kadernya, termasuk juga putrinya yang juga Ketua DPP PDIP Puan Maharani supaya mau salaman dengan rakyat.

"Saya ngajari anak-anak saya, sama mbak Puan, kamu harus salaman. Ini tangan saya, mungkin salaman sama orang lepra, mungkin sama orang gatelan, tapi itu tangan rakyat, gitu saya bilang," ujar Presiden RI Kelima ini.

Megawati bilang, saat ini sudah tidak ada lagi niat dirinya menjadi presiden. Ia hanya ingin mengingatkan kepada para pemimpin di Indonesia.

"Karena saya ini sudah tua, enggak ada niat saya mau jadi presiden lagi. Saya cuma mau bilang, pemimpin RI adalah harus pemimpin rakyat. Yang mengerti kehidupan rakyat sebenarnya itu seperti apa. Mari kita ikuti lagi UUD kita. Banyak perundangan tidak melihat sumber perundang-undangan itu," ujarnya.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP