Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Masuk PDIP, Basuki Hadimuljono Tak Berniat Maju Jadi Cagub: Sudah 70 Tahun

Masuk PDIP, Basuki Hadimuljono Tak Berniat Maju Jadi Cagub: Sudah 70 Tahun Rapat Paripurna Penutupan Masa Sidang. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengaku tidak berniat menjadi kepala daerah setelah masuk PDI Perjuangan. Dia malah kaget jika anggapan itu disinggung ingin mencalonkan diri sebagai gubernur pada Pilkada 2024.

"Siapa? Gubernur apa? Astaghfirullah," ujar Basuki di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (11/7).

Basuki mengaku sudah cukup usia untuk terjun ke politik. Terlebih, ia sudah dua kali menjadi menteri dua periode di pemerintahan Presiden Jokowi.

"Saya sudah selesailah, sudah 70 tahun bos," kata Bas sapaan akrabnya.

Basuki pun tidak tertarik menjadi pengusaha jalan tol. Dia hanya ingin istirahat usai pensiun menjadi pejabat negara.

"Ya mau apa lagi? enggak ada bakat," tukas Basuki.

Basuki Gabung PDIP

Diberitakan, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono sudah memiliki kartqu tanda anggota (KTA) sebagai kader PDIP. Maka itu, Basuki sering terlihat dalam acara internal PDIP.

"Pak Basuki beliau ber-KTA PDI Perjuangan beliau menjalankan tugas-tugas membangun koneksitas Indonesia bagi kemajuan Indonesia raya kita," kata Hasto di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Selasa (21/6).

Dalam acara Rakernas II di Sekolah Partai hari ini, Basuki terlihat mengikuti pembukaan yang dihadiri Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Basuki hadir bersama sejumlah menteri dari PDIP. Sebelumnya Basuki juga terlihat hadir dalam acara PDIP. Misalnya Haul Bung Karno kemarin.

Hasto mengatakan, Basuki juga merupakan manteri yang diusulkan Megawati kepada Jokowi pada tahun 2014 lalu atau periode pertama mantan gubernur DKI Jakarta itu. Basuki diusulkan paling awal bersama Retno Marsudi yang kini masih menjabat sebagai menteri luar negeri.

"Dulu awal Pak Basuki yang mengusulkan Ibu Mega jadi menteri yang termasuk pertama pada 2014 yang diusulkan Ibu Mega itu Pak Basuki juga Ibu Retno. Sehingga sejak awal kalau Ibu Mega memilih orang terbaik," ujar Hasto.

Sementara itu, Hasto menyebut PDIP belum ada rencana mendorong Basuki untuk agenda pemilu. Misalnya Pilkada serentak 2024.

"Pilgub nanti, Pak Basuki kan bapak infrastruktur kata pak Jokowi," ucap Hasto.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP