Ma'ruf Ngaku Tak Maksud Menuduh Politisi Soal Buta dan Budek
Merdeka.com - Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin mengaku tak berniat menuduh siapapun saat menyatakan ada orang yang budek dan buta terhadap kinerja pemerintahan Joko Widodo. Frasa budek dan buta itu dipakai sebagai pengumpamaan.
"Kalau ada orang yang mengingkari kenyataan, apa yang telah dilakukan oleh Pak Jokowi. Kalau ya. Saya nggak nuduh siapa-siapa," katanya di rumah Situbondo, Jakarta Pusat, Senin (12/11).
Dia memisalkan ada yang tutup mata dan tutup kuping soal keberhasilan Jokowi membangun infrastruktur, sampai fasilitas kesehatan. Orang tak terima hal itu yang masuk kategori budek dan buta versinya.
Ma'ruf mengklaim bahwa saat ini sudah banyak yang tersadar dengan keberhasilan Jokowi. Karena itu banyak orang yang mendeklarasikan dukungan terutama di wilayah Jakarta dan Banten.
"Kalau mengingkari itu semua itu kan kayak orang buta. Nggak melihat dan kayak orang budeg. Jadi saya tidak menuduh," jelasnya.
Bahkan Ketua MUI mengaku tak bermaksud menyindir politikus oposisi. Menurutnya, politikus lawan yang mengakui kinerja Jokowi tak termasuk.
"Gak ke sana juga saya. Siapa saja. Oposisi juga kalau mengakui, gak masuk. Yang tidak mengakui saja," kata dia.
Sebelumnya, Ma'ruf menegaskan Jokowi telah berhasil menjalankan tugasnya pada periode pertama. Meski banyak pihak yang tidak memperhitungkan hal tersebut, dia yakin periode kedua akan jauh lebih baik.
Hal ini diungkapkan Ma'ruf saat menghadiri acara deklarasi dan peresmian kantor relawan Jokowi-Ma'ruf Amin di Cempaka Putih Tengah, Jakarta Pusat, Sabtu (10/11).
"Tiada hari tanpa deklarasi itu artinya masyarakat sudah memahami bahwa Jokowi berhasil pada periode pertamanya. Orang-orang yang sehat bisa melihat dengan jelas prestasi yang telah ditorehkan Jokowi, kecuali yang budek, buta, dan bisu yang tidak bisa lihat realitas dan kenyataannya," kata Ma'ruf.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya