Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ma'ruf Amin Soal Doa Neno Warisman: Pilpres Kok Jadi Kayak Perang Badar

Ma'ruf Amin Soal Doa Neno Warisman: Pilpres Kok Jadi Kayak Perang Badar KH Maruf Amin di Makassar. ©2019 Merdeka.com/Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Pernyataan Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Neno Warisman, di acara Munajat 212 menuai reaksi. Pada potongan video yang beredar, Neno menyebut jika tidak memilih capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto- Sandiaga Uno, khawatir tidak akan menyembah Allah.

Calon Wakil Presiden nomer urut 01, Ma'ruf Amin, menilai ucapan Neno berlebihan.

"Pertama, kok pilpres kok jadi kayak perang badar. Perang badar itu kan perang habis-habisan. Hidup mati. Kita kan hanya memilih pemimpin," kata Ma'ruf di Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (23/2).

Ma'ruf menambahkan, Neno kurang tepat membuat pernyataan demikian. Seolah-olah, katanya, dia dan Jokowi adalah orang kafir.

"Masa Pak Jokowi dengan saya dianggap orang kafir. Itu sudah tidak tepat. Menyayangkanlah. Kita kan Pilres bukan perang badar," kata Ma'ruf.

Untuk diketahui, terkait pernyataan Neno tersebut, Bawaslu sudah menerima laporan terkait dugaan pelanggaran kampanye dalam acara Malam Munajat 212 di Monas pada Kamis (21/2). Laporan tersebut kini tengah dibahas oleh Bawaslu DKI.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno, Ahmad Muzani mempersilakan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk menyelidiki lebih lanjut kasus dugaan pelanggaran kampanye di aksi munajat 212, Kamis (21/2). Sebab, kata dia memang wewenang Bawaslu untuk menilai adanya pelanggaran atau tidak.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP