Maju Cawagub Jatim, Herman enggan lepas jabatan di PDAM

Reporter : Moch. Andriansyah | Rabu, 22 Mei 2013 15:32




Maju Cawagub Jatim, Herman enggan lepas jabatan di PDAM
Khofifah dan Herman S Sumawiredja. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Meski ikut maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur, Bakal Calon Wakil Gubernur, Herman S Sumawiredja yang berpasangan dengan Khofifah Indar Parawansa, enggan mundur dari jabatannya sebagai Ketua Dewan Pengawas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Surabaya, Jawa Timur.

Mantan Kapolda Jawa Timur itu berdalih, dalam aturan yang berlaku, dewan pengawas bisa maju mencalonkan diri di Pilkada, tanpa harus mundur dari jabatannya. Kecuali jika sudah terpilih sebagai kepala daerah atau wakil kepala daerah.

"Selama masih mencalonkan diri, calon kepala daerah maupun calon wakil-nya tidak perlu mundur dari jabatannya yang lama," dalihnya diplomatis saat dikonfirmasi, Rabu (22/5).

Selain menjadi kepala daerah maupun wakilnya, juga harus mundur jika tercatat sebagai anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) serta Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).

"Rekan-rekan di Komisi B DPRD Surabaya perlu memperhatikan aturan, tidak perlu dewan pengawas mundur jika mencalonkan diri pada Pilkada. Kecuali jika saya terpilih menjadi wakil gubernur, aturannya wajib mundur," katanya.

Herman meminta para legislator, khususnya yang berada di Komisi B DPRD Surabaya, tidak perlu khawatir dia akan menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan pencalonan. Sebab, dia berjanji tidak akan mempergunakan fasilitas PDAM apa pun selama dia menjabat sebagai dewan pengawas.

"Agar mereka tidak khawatir, saya tidak akan menggunakan fasilitas berupa rumah dan mobil dinas," tegas dia.

Hal itu dilakukan Herman, demi menjaga kekhawatiran dan sangkaan miring selama masa pencalonan.

"Saya ini mengerti aturan dan etika," kata purnawirawan jendral polisi tersebut.

Sementara itu anggota Komisi B DPRD Surabaya, M Machmud mengatakan, sejak resmi mendaftar sebagai Cawagub mendampingi Khofifah, sudah sepatutnya Herman mundur dari jabatannya yang sekarang.

"Dewan Pengawas PDAM itu kepanjangan tangan dari wali kota, sehingga tidak boleh berpolitik pragmatis. Saya rasa Pak Herman sudah mengerti aturannya. Beliau harus segera mengajukan surat pengunduran diri ke Wali Kota Surabaya (Tri Rismaharini)," pinta politisi asal Partai Demokrat tersebut.

Seperti diketahui, Herman menduduki jabatannya sebagai Ketua Dewan Pengawas PDAM Kota Surabaya, terhitung sejak 18 Juli 2011 menggantikan Muhlas Udin.

[ren]

KUMPULAN BERITA
# Pilgub Jatim

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Cinta segitiga janda di Cikarang berujung 1 tewas dan dua luka
  • Banyaknya foto di Facebook adalah tanda orang neurosa
  • 'MISSION: IMPOSSIBLE' 5 memasuki proses syuting!
  • Gus se-Jatim akan rekomendasi penolakan ISIS di Muktamar PKB
  • Kapolda Jabar senang warga mau legowo terima hasil pilpres
  • Lereng Merapi kekeringan, Pemkab Boyolali pasok tangki air
  • Surat elektronik ISIS kemungkinan ditulis militan asal Inggris
  • Indonesia belum punya beleid komprehensif soal kekayaan negara
  • Sering dipanggil 'Syahrini', inilah tanggapan Syaharani
  • Sia-sia dan buang energi menggugat hasil pilpres ke MA dan PTUN
  • SHOW MORE