Lucunya loyalis Anas, minta maaf tapi tetap mengancam
Merdeka.com - Ma'mun Murod Al-Barbasy langsung bereaksi begitu diancam akan dipolisikan Wamenkum HAM Denny Indrayana terkait tudingannya. Loyalis Anas Urbaningrum yang juga Juru Bicara Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) itu pun segera meminta maaf.
Lewat 12 butir pernyataan tertulis, Ma'mun meminta maaf karena membuat pernyataan kepada pers bahwa Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto dan Wamenkum HAM Denny Indrayana pergi ke kediaman Presiden SBY di Cikeas, Bogor, Senin (6/1) dini hari atau sehari sebelum pemeriksaan Anas di KPK .
"Terkait ultimatum Denny Indrayana , dan juga dengan kesadaran saya sendiri (dan Tri Dianto), maka melalui surat terbuka ini, saya meminta maaf kepada ke semua nama yang saya sebut. Permintaan maaf ini, saya (dan Tri Dianto) sampaikan sebagai bentuk tanggung jawab dan ke-gentle-an saya (dan Tri Dianto) atas apa yang telah saya sampaikan," kata Ma'mun di salah satu butir pernyataannya lewat surat terbuka.
Namun ternyata Ma'mun tidak hanya meminta maaf, dia juga mengancam menuntut balik Denny jika dia bisa membuktikan kedatangannya dengan Bambang ke Cikeas.
"Dan apabila setelah melalui proses pencarian data terkait informasi yang saya (dan Tri Dianto) peroleh, ternyata didapati bahwa 'Pertemuan Cikeas' yang dihadiri oleh nama-nama tersebut di atas benar-benar adanya (terjadi), maka saya (dan Tri Dianto) akan menuntut balik hanya kepada Denny Indrayana untuk tidak saja meminta maaf kepada saya (dan Tri Dianto), tapi juga kepada publik (masyarakat luas)," ancam Ma'mun.
Pernyataan maaf dengan embel-embel ancaman ini lantas memicu balik dari Denny. Dia menganggap sikap Ma'mun sangat lucu.
"Saya tidak ingin bertele-tele berbalas pantun dengan saudara Murod dan Tri. Mereka saya baca mengirim rilis meminta maaf atas fitnah yang mereka katakan kemarin, tetapi sambil balik mengancam. Itu permintaan maaf akal-akalan," kata Denny Indrayana dalam rilisnya kepada merdeka.com, Rabu (8/1).
Denny mengatakan, apa yang disebarkan oleh Ma'mun Murod dkk adalah fitnah kepadanya dan Bambang Widjojanto karena tidak ada bukti.
"Malah minta saya dan BW serta masyarakat untuk membantu membuktikan. Lucu sekali," sindir Denny.
Atas permintaan maaf yang tetap mengancam alias tidak tanpa syarat itu, Denny tetap berniat melaporkan Ma'mun Murod ke polisi. Menurut informasi, pukul 11.00 Wib nanti Denny akan melaporkan loyalis Anas tersebut ke Bareskrim Mabes Polri.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya