Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kubu Prabowo Tuding Kabinet Jokowi Banyak Bercokol Pelanggar HAM

Kubu Prabowo Tuding Kabinet Jokowi Banyak Bercokol Pelanggar HAM diskusi jejak jejak kebohongan jokowi di seknan prabowo. ©2019 Merdeka.com/genantan

Merdeka.com - Anggota Direktorat Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Nicholay Aprilindo risih dengan pertanyaan Jokowi kepada Prabowo Subianto di debat perdana capres-cawapres soal mantan napi koruptor nyaleg. Menurutnya, Jokowi tak sadar dengan ucapannya.

"Capres 01 menyerang Gerindra. Padahal capres 01 sendiri mengeluarkan statement bahwa napi koruptor boleh nyaleg. Kenapa dipermasalahkan oleh Jokowi," kata Nicholay saat diskusi 'Jejak-jejak Kebohongan Jokowi' di Seknas Prabowo-Sandi Jl HOS Cokroaminoto No 93, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (22/1).

Selain Nicholay, hadir sebagai pembicara, mantan Stafsus Menteri ESDM, Sudirman Said, dan Politikus PKS Indra. Hadir pula mantan anggota DPR, Ramadhan Pohan sebagai moderator diskusi.

Padahal, kata dia, kader partai yang paling banyak ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini adalah partai penguasa. Nicolay merasa heran dengan ucapan Jokowi.

"Kalau kita lihat di partai-partai pendukung Jokowi pun banyak napi koruptor. Kalau lihat dari angka, yang ditangkap KPK ada di partai mana? Ya partai penguasa. Itu yang mengganjal pikiran saya," ujarnya.

Aktivis Politik Hukum dan Keamanan itu juga membahas soal pelanggaran HAM. Menurutnya, ucapan penutup Jokowi di debat seolah-olah membingkai Prabowo punya rekam jejak pelanggar HAM. Dirinya tak setuju. Sebabnya, dalam sosok pelanggar HAM berat sesungguhnya berada di kubu Jokowi.

"Seolah-olah Prabowo distigma oleh capres 01 adalah pelanggar HAM. Beliau lupa di kabinet beliau banyak bercokol beberapa orang pelanggar HAM. Sebut saja satu Wiranto. Saya saksi hidup pelanggaran HAM berat Timor Timur. Kebetulan saya berasal dari sana," ucap Nicholay.

Nicholay yang pernah berada di komisi independen HAM Timor Lorosae itu mengaku punya bukti dan fakta tentang pelanggaran HAM Timor Timur tahun 1999 lalu. Dia berani bertanggung jawab atas ucapannya.

"Banyak bukti-bukti saya simpan tentang pelanggaran HAM di Timor Timur siapa, berbuat apa di sana," tambah Alumni Lemhannas itu.

Untuk diketahui, pada debat capres-cawapres di Hotel Bidakara 17 Januari lalu, Capres nomor urut 01 Joko Widodo sempat bertanya kepada Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto soal komitmen pemberantasan korupsi. Dia pun menyinggung partai Prabowo yang mencalonkan eks napi korupsi menjadi caleg.

Kemudian, saat closing statement, Jokowi tak banyak mengucap kata. Dirinya menekankan tak punya potongan ditaktor, otoriter, Korupsi serta pelanggar HAM. Jokowi bersama Ma'ruf Amin hanya fokus ingin bekerja.

"Kami tidak punya rekam jejak langgar HAM dan tidak punya rekam jejak masalah korupsi. Jokowi-Amin akan pertaruhkan reputasi, gunakan semua kewenangan yang kami miliki untuk perbaikan bangsa ini," ucap Jokowi.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP