Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kubu Prabowo-Hatta, ragukan kualitas acara debat Capres sesi dua

Kubu Prabowo-Hatta, ragukan kualitas acara debat Capres sesi dua Debat Capres KPU. ©2014 merdeka.com/efendi

Merdeka.com - Debat Capres sesi kedua akan digelar hari Minggu depan (15/6). Namun, muncul keraguan atas netralitas debat Capres dari kubu Prabowo Subianto - Hatta Rajasa. Alasannya, penunjukan Ahmad Erani Yustika sebagai moderator yang disepakati Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. Karena, sang moderator dicurigai tidak netral.

Keraguan ini diungkap salah satu tim pemenangan Prabowo - Hatta, La Nyalla Mahmud Mattaliti di Surabaya, Jawa Timur. La Nyalla membeberkan, kalau dia sempat menerima pesan elektronik (SMS) dari beberapa alumnus Universitas Brawijaya (UB), Malang, yang berisi tentang keraguan kualitas debat Capres sesi kedua tersebut.

Tulisan SMS itu berbunyi: "Assalamualaikum Tjak Nyalla, konco2 UB Prihatin lan kudu lapor panjenengan sbg alumni UB yg dkng Prabowo Hatta, info krg bagus: Moderator Debat ke 2 Capres cawapres Prof Ahmad Erani Yustika dari Universitas Brawijaya 'Patut Dicurigai' ada indikasi soalnya bocor pada kubu Jokowi JK karena Ahmad Erani adalah kader PKB (tmsk orang tuanya) dan sering diminta sebagai staf ahli fraksi PKB di pusat dan propinsi jatim. (Assalamualaikum Cak Nyalla, teman-teman UB prihatin dan harus lapor Anda sebagai alumni UB yang dukung Prabowo - Hatta, info kurang bagus: Moderator Debat ke 2 Capres - Cawapres Prof Ahmad Erani Yustika dari Universitas Brawijaya patut dicurigai ada indikasi soalnya bocor pada kubu Jokowi - JK karena Ahmad Erani adalah kader PKB dan sering diminta sebagai staf ahli fraksi PKB di pusat dan Provinsi Jatim)," begitu bunyi SMS yang ditunjukkan La Nyalla, Kamis (12/6).

  

"Saya kaget juga menerima SMS itu. Teman-teman sesama alumnus Universitas Brawijaya yang mengirimi saya," ungkap La Nyalla,  yang juga Ketua Kadin Jawa Timur itu.

Sesuai bunyi SMS yang diterima La Nyalla itu, Ahmad Erani Yustika dalam hal ini dituding dekat dengan PKB yang menjadi salah satu partai pendukung Joko Widodo - Jusuf Kalla di Pilpres 9 Juli mendatang. Ahmad Erani Yustika juga dituding pernah menjadi tim sukses Jusuf Kalla - Wiranto saat Pilpres 2009 silam.

Nama Ahmad Erani Yustika saat itu masuk dalam tim kajian yang dipimpin Thomas Suyatno. Selain itu, ada nama Wahyu Dewanto, Harry Azhar Azis, Fadhil Hasan, dan Ferry Mursidan Baldan.

Dan, masih kata La Nyalla, seluruh civitas akademika Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya, Malang mengetahui masalah ini. Demi kejujuran dan keterbukaan dan tegaknya keadilan di Indonesia agar direkonfirmasi informasi ini pada Dekan Fakultas Ekonomi UB, Prof. Candra Fajri atau pejabat UB lainnya.

Menanggapi SMS yang diterimanya itu, La Nyalla mengimbau moderator, Ahmad Erani Yustika agar benar-benar bisa bersikap netral 100 persen dan tidak membocorkan soal dalam debat capres tahap kedua. "Sebagai intelektual dengan gelar profesor, saya yakin Prof Erani (Ahmad Erani Yustika) paham apa risiko pada kredibilitasnya jika tidak bisa bersikap netral. Karena itu saya berharap, beliau benar-benar bisa netral," tegas La Nyalla.

Sementara Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya, Chandra Fajri yang dikonfirmasi wartawan dari Surabaya via telpon selulernya, menjamin kalau Ahmad Erani Yustika akan bersikap independen. "Saya yakin Pak Erani akan bertindak profesional, beliau pasti akan menjadi moderator yang netral dalam debat capres," katanya menjamin.

Dia melanjutkan, KPU sebagai penyelenggara debat capres, tentunya telah memiliki pertimbangan memilih Ahmad Erani Yustika sebagai moderator di debat Capres tahap kedua ini. "Yang menentukan moderator adalah KPU dari berbagai kandidat yang ada. Tentunya moderator yang dipilih adalah orang yang independen seperti juga KPU yang tentu independen,"

Selama ini, masih kata Chandra, Ahmad Erani Yustika lebih condong dengan sistem perekonomian kerakyatan, yang juga diusung oleh dua kandidat. "Saya melihat tulisan-tulisan Pak Erani banyak yang mengusung tentang ekonomi kerakyatan, yang juga diusung dalam program dua capres yang ada. Jadi saya kira tidak ada masalah jika Pak Erani yang menjadi moderator," pungkas Chandra yakin. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP