Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kubu Ical sebut kasus tunggakan listrik di DPP Golkar masalah kecil

Kubu Ical sebut kasus tunggakan listrik di DPP Golkar masalah kecil Kantor DPP Golkar. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Beredar kabar bila Kantor DPP Partai Golkar menjadi tak terurus imbas dari konflik internal dualisme kepengurusan. Bahkan, pembayaran listrik dan gaji karyawan seperti satpam juga dikabarkan belum dibayarkan.

Politikus Golkar Satya W Yudha enggan berkomentar ketika ditanya soal kabar tunggakan listrik yang menyebabkan matinya penerangan di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat. Menurut Satya, soal listrik adalah urusan kecil.

"Nanyanya jangan masalah listrik lah, kecil banget itu," kata dia dari dalam mobilnya usai mengisi diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (2/1).

Satya yang notabene Golkar Kubu Aburizal Bakrie (Ical) itu tetap tak ingin memberikan komentar panjang soal tunggakan listrik di Kantor DPP Golkar Slipi. Yang mana diketahui, kurang lebih dalam setahun ini Kantor DPP Golkar dikuasai oleh Kubu Agung Laksono.

Secara terpisah, Politikus Golkar Yorrys Roweyai menyebut seharusnya biaya operasional Kantor Golkar ditanggung oleh Agung Laksono.

"Iya memang betul belum bayar. Seharusnya Pak Agung yang bayar, Pak Agung yang tanggung jawab karena dia yang kuasain (Kantor Golkar)" kata Yorrys saat dihubungi.

Satpam yang berjaga di Kantor DPP Partai Golkar juga membenarkan bahwa kantor akan gelap gulita ketika malam datang. "Sudah beberapa hari mati," ucapnya.

(mdk/hhw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP