Konvensi Rakyat buka 'lowongan' jadi capres
Merdeka.com - Hari ini gabungan tokoh agama, tokoh nasionalis, akademisi sampai tokoh perempuan mendeklarasikan Konvensi Rakyat. Konvensi ini dibentuk untuk menjaring calon presiden secara terbuka dari berbagai elemen masyarakat.
"Konvensi ini membuka jalan untuk menemukan pemimpin yang punya kredibilitas bagus. Banyak yang bisa jadi pemimpin negeri ini tapi belum tentu dari partai politik. Kami membuka kesempatan. Ini prinsipnya terbuka," kata Sekretaris Komite Konvensi Rakyat, Rommy Fibri di Gedung Joeang 45, Jakarta, Minggu (10/11).
Komite Konvensi akan memilih enam calon yang akan diajak untuk debat keliling ke enam kota, yakni Medan, Balikpapan, Surabaya, Makassar, Bandung dan Jakarta.
"Kemudian kami akan menyelenggarakan survei tokoh yang ada di awal Februari. Survei sambil mengkomunikasikan ini ke partai politik," tambah Salahuddin Wahid yang juga adik Gus Dur.
Calon yang sudah terpilih akan diupayakan Komite Konvensi untuk diusung oleh partai yang belum memiliki capres. Selain itu, untuk menentukan calon presiden, Konvensi juga menentukan berbagai kriteria.
"Tidak terlibat penyelundupan, tidak terlibat KKN, tidak terlibat kredit macet dan lain-lain," kata Romy.
Penilaian ini akan dilakukan oleh akademisi, rohaniawan, tokoh nasional dan tokoh perempuan. Jika Anda berminat, pendaftaran dan seleksi administratif akan dibuka pada 10 November sampai 10 Desember 2013. (mdk/ren)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya