Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kongres Demokrat, Anas coba ganggu pencalonan SBY dari balik bui

Kongres Demokrat, Anas coba ganggu pencalonan SBY dari balik bui Anas Urbaningrum. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Perlawanan mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, kepada penggantinya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) seakan tidak pernah surut. Meski masih dipenjara karena kasus korupsi, Anas terus mengganggu SBY yang sedang sibuk mengurus Kongres Partai Demokrat di Surabaya 11 Mei-13 Mei 2015.

Sasaran utama kritik Anas terhadap SBY yakni niat presiden ke-6 itu untuk terpilih kembali menjadi ketua umum Partai Demokrat periode 2015-2020 secara aklamasi. Soal skenario aklamasi ini sering kali diungkapkan loyalis Anas, seperti Gede Pasek Suardika, yang juga berniat mencalonkan diri sebagai ketua umum.

"Aklamasi yang dimobilisasi adalah kreasi dari kekuasaan yang bekerja untuk tujuan kekuasaan itu sendiri," kicau Anas yang diberi tagar #politikdewasa, Minggu (11/5) kemarin.

Kicauan tersebut jelas bukan langsung diunggah Anas dari dalam penjara, karena semua alat komunikasi tidak diperbolehkan di balik jeruji. Menurut admin akun @anasurbaningrum, kicauan tersebut "disalin oleh admin dari tulisan Mas Anas yang dititipkan lewat lawyer."

Berikut kicauan lengkap Anas yang menganggu SBY dari dalam bui:

1. Ada yg bilang voting itu bukan budaya politik kita. Katanya budaya Barat. #politikdewasa *abah

2. Budaya politik asli kita dibilang musyawarah-mufakat. Karena itu yg cocok adalah aklamasi. #politikdewasa *abah

3. Adalah tidak keliru menyebut musyawarah-mufakat sebagai budaya politik asli. Itu benar adanya. #politikdewasa *abah

4. Adalah tidak keliru bahwa aklamasi itu dapat dibenarkan sebagai metode dalam pemilihan politik. #politikdewasa *abah

5. Yg berlebihan adalah anti-voting karena menjadikan aklamasi sbg sebuah dogma. #politikdewasa *abah

6. Apalagi kalau aklamasi dilabeli baik dan kemudian voting diberi cap buruk. #politikdewasa *abah

7. Aklamasi itu dimungkinkan terjadi jika semua bersepakat untuk memilih seseorang. #politikdewasa *abah

8. Jika ada sebagian, meski minoritas, tidak sepakat memilih seseorang, maka pilihan terhadap aklamasi menjadi batal. #politikdewasa *abah

9. Sebagai metode, aklamasi dan voting mempunyai derajat yg sama. Tidak ada yg lebih tinggi. #politikdewasa *abah

10. Voting adlh metode berikutnya ketika aklamasi tdk bisa dicapai. Satu suara saja berbeda, voting jadi pilihan. #politikdewasa *abah

11. Aklamasi juga mempunyai pesan dasar kesukarelaan. Sepakat secara sukarela untuk bersama-sama satu suara. #politikdewasa *abah

12. Karena itu, aklamasi sejati mempersyaratkan inisiatif, mandiri dan partisipatif. #politikdewasa *abah

13. Aklamasi menjadi tidak otentik ketika kesurupan roh tekanan, paksaan dan mobilisasi. #politikdewasa *abah

14. Aklamasi yg dimobilisasi adalah kelihaian teknik tanpa dibarengi unsur etika dan estetika berkompetisi. #politikdewasa *abah

15. Aklamasi yg dimobilisasi adalah kreasi dari kekuasaan yg bekerja untuk tujuan kekuasaan itu sendiri. #politikdewasa *abah

16. Itu namanya "aklamasi retas", aklamasi yg direkayasa dari atas. Ini jenis aklamasi yg kering dan tanpa ruh. #politikdewasa *abah

17. Aliran aklamasi yg direkayasa dari atas tumbuh di atas sikap alergi berkompetisi. #politikdewasa *abah

18. Di atas kuburan anti kompetisi itulah tumbuh budaya aklamasi yg dimobilisasi dan direkayasa dari atas. #politikdewasa *abah

19. Dulu di jaman Orde Baru teknik mobilisasi aklamasi bernama "kebulatan tekad". #politikdewasa *abah

20. Sikap dasar demokratis tidak memperhadapkan aklamasi dan voting. Kedua metode sama-sama halal. #politikdewasa *abah

21. Penganut ajaran demokrasi lazimnya bersedia masuk gelanggang kompetisi, baik lewat aklamasi maupun voting. #politikdewasa *abah

22. Jika hanya siap aklamasi, apalagi aklamasinya tidak sejati, sikap politiknya berselisih dengan demokrasi. #politikdewasa *abah

23. Para petugas aklamasi yg tidak sejati juga bukan tenaga-tenaga yg produktif bagi demokrasi. #politikdewasa *abah

24. Petugas demokrasi adalah yg bersedia menyiapkan lapangan terbuka bagi siapa saja untuk berkompetisi secara adil. #politikdewasa *abah

25. Ketimbang aklamasi yg dipaksakan, dalam politik demokrasi, tentu lbh utama voting yg dilazimkan. #politikdewasa *abah

(mdk/ren)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP