Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Komisi III bentuk tim khusus pembunuhan Salim Kancil

Komisi III bentuk tim khusus pembunuhan Salim Kancil Ilustrasi DPR. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Kasus pembunuhan dan penganiayaan terhadap Salim Kancil membuat Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ikut bersuara. Apalagi, tindakan keji yang dilakukan tim 12 terhadap aktivis penolak tambang pasir di Desa Awar Awar, Lumajang, Jawa Timur tersebut telah menjadi perhatian nasional.

Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aziz Syamsuddin mengungkapkan, komisinya tengah merencanakan membentuk tim khusus untuk menyelidiki penganiayaan dan pembunuhan aktivis lingkungan Salim Kancil di Lumajang, Jawa Timur. Rencananya, Komisi ini akan langsung ke tempat kejadian perkara pada minggu ini.

"Dalam rapat pleno komisi III menyepakati pembentukan tim untuk turun ke lapangan. Diperkirakan minggu ini akan ke Lumajang untuk mendengar dan melihat bekas insiden tersebut secara langsung," kata Aziz di gedung DPR, Jakarta, Rabu (30/9).

Saat ini, Komisi III sedang mengurus surat keberangkatan di Lumajang yang kemudian ditandatangani langsung oleh pimpinan DPR. Dalam penentuan timnya sendiri, Aziz membeberkan bahwa tiap fraksi diwakili satu orang untuk pergi dan memantau TKP. Selanjutnya, kata dia, apabila ada temuan baru kemungkinan Komisi III akan melakukan rapat lanjutan pada Selasa depan.

"Dalam rapat pleno disepakati untuk tinjauan lapangan, apabila di lapangan ditemukan dan sebagaimana kita akan pleno lagi hari Selasa," ujarnya.

Selain itu, apabila terbukti PT Indo Modern Mining Sejahtera (IMMS) sebagai perusahaan tambang tak memiliki izin atau ilegal, maka akan dilakukan pengusutan. Ia mengatakan pengusutan nanti akan bekerja sama dan berkoordinasi dengan penegak hukum dan masyarakat setempat.

"Masalah perusahaan ilegal harus diusut, kejadian ini akan jadi ekses tindak pidana terlihat secara gamblang. Makanya kita coba melihat langsung ke lapangan dengan mendengarkan masukan masyarakat dan koordinasi dengan aparat penegak hukum di sana, hal-hal apa saja yang terjadi," terangnya.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP