Koalisi Prabowo Tak All Out Diduga Penyebab Demokrat Kendurkan Dukungan
Merdeka.com - Koalisi Prabowo-Sandiaga sedang mengalami goncangan. Mulai dari sikap partai koalisi seperti Demokrat, PAN dan PKS yang dianggap mengendurkan dukungan hingga tudingan Prabowo tak serius ikut Pilpres 2019 karena Sandiaga yang lebih sering kampanye.
Pengamat politik, Pangi Syarwi Chaniago beranggapan fenomena tersebut tidak bisa dilihat secara normatif saja. Dia mengatakan jarangnya Prabowo tampil di hadapan publik sebagai capres bisa diasumsikan dalam dua perspektif.
Pertama, Prabowo masih menganggap waktu penyelenggaraan Pilpres masih panjang, sehingga dibutuhkan strategi yang tepat. Kedua, lanjut Pangi, karena memang Mantan Danjen Koppasus itu tidak serius dalam memenangi Pilpres.
"Asumsi saya bisa saja memang Prabowo tidak serius (maju)," ujar Direktur Eksekutif Voxpol Center itu saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (17/11).
Dia menduga, Prabowo hanya ingin menyelamatkan Partai Gerindra di Pemilihan Umum Legislatif. Prabowo, Pangi berpendapat, juga melihat survei yang cenderung menampilkan elektabilitasnya yang masih stagnan.
Pangi menambahkan, Prabowo dan Sandiaga punya kepentingan masing-masing maju di Pilpres mendatang. Prabowo ingin menyelamatkan Gerindra dan Sandiaga ingin berinvestasi untuk kontestasi politik di 2024 mendatang. Karena itulah, pada persiapan Pilpres 2019 Prabowo terlihat hanya Sandiaga yang sibuk bersosialisasi.
"Bagi Prabowo, kalah pun enggak masalah. Sandi juga enggak ada beban karena itu adalah itu modal buat Sandiaga untuk di 2024," ungkap Pangi.
Merujuk dari ketidakseriusan Prabowo dan Sandi itulah, Pangi menilai wajar jika Partai Demokrat tidak all out ikut memenangkan Prabowo-Sandiaga. Demokrat bahkan lebih mementingkan dan fokus untuk menang di Pileg 2019. Karena alasan itupula Demokrat berpikir pragmatis dan membebaskan kader-kadernya untuk memilih Prabowo atau Jokowi di Pilpres mendatang.
Begitu juga dengan PAN, menurut Pangi, sudah menjawab bahwa mereka tidak akan serius di Pilpres, dan justru serius di Pileg.
Dia berharap jarang tampilnya Prabowo murni karena menunggu momentum. Prabowo menganggap waktu masih panjang dan sedang merancang strategi yang tepat untuk memenangkan pertarungan.
"Ini tidak bagus bagi sistem perpolitikan dan demokrasi di Indonesia," singkat Pangi.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya