Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Koalisi parpol, PKB 'gadis manis' yang jual mahal

Koalisi parpol, PKB 'gadis manis' yang jual mahal Kampanye PKB di Banyumas. ©2014 merdeka.com/chandra

Merdeka.com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) belum memutuskan koalisi mendukung salah satu calon presiden. Perolehan suara hingga 9 persen versi hitungan cepat membuat posisi tawar PKB cukup tinggi.

Kondisi itu tentu saja membuat Ketua Umum Muhaimin Iskandar leluasa menentukan arah. Calon presiden PDI Perjuangan Joko Widodo sudah sowan untuk mendapat dukungan dari partai kaum Nahdliyin tersebut.

Pengamat politik dari Charta Politika, Yunarto Wijaya menilai saat ini PKB bersama partai kelas menengah lain memang sengaja bermain di ranah abu-abu. Bahkan, partai-partai juga tidak hanya berkomunikasi dengan satu parpol.

"PKB akan bermain di banyak kaki, minimal dua kaki, dua capres terkuat Prabowo dan Jokowi," kata Yunarto saat berbincang dengan merdeka.com, Selasa (29/4).

Belum ada kepastian koalisi antarparpol, kata Yunarto, tidak terlepas dari lobi-lobi jatah kursi. Beberapa partai juga mendorong agar kadernya dapat maju menjadi calon wakil presiden.

"Bicara koalisi siapin berapa kursi lebih besar. Kalau PKB kini bicara cawapres," tuturnya.

Menurut Yunarto, tarik ulur masih akan terus terjadi tanpa terlihat di permukaan. Namun, jika melihat komunikasi lebih terbuka peluang PKB akan bersanding dengan partai banteng di pilpres nanti.

"Baca tanda komunikasi politik, saya optimis PKB akan mengarah ke PDIP. Nama JK dan Mahfud disebut cukup kencang sebagai cawapres. Secara story NU punya hubungan baik dengan PDIP," jelasnya.

Jika bicara pragmatis parpol, kata Yunarto, partai-partai akan cenderung merapat ke Jokowi karena berdasarkan survei memiliki peluang besar. "Cak Imin tipikal pemimpin bersifat realistis masuk kekuasaan," tandasnya.

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP