Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Koalisi Kekeluargaan vs Ahok, Jokowi dalam posisi sulit

Koalisi Kekeluargaan vs Ahok, Jokowi dalam posisi sulit Jokowi pindahan ke Istana Negara. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Sebanyak 7 partai, PDIP, Gerindra, Demokrat, PAN, PPP, PKS, PKB sepakat membentuk koalisi yang dinamakan Koalisi Kekeluargaan. Jika pertarungan di Pilgub DKI Jakarta 2017 hanya terdapat dua calon, yakni Ahok lawan calon dari koalisi kekeluargaan, Presiden Jokowi dinilai dalam posisi sulit.

"Jika head to head, maka yang berada dalam posisi sulit adalah Presiden Jokowi yang diketahui publik mendukung Ahok sedangkan partainya PDIP mengusung kandidat lain. Jika Jokowi tidak hati-hati memposisikan diri bisa saja hubungannya dengan PDIP dan Megawati berpotensi mengalami perenggangan," kata MA Hailuki, pengamat politik dari Universitas Nasional Jakarta di Jakarta, Senin (8/8).

Terkait Koalisi Kekeluargaan yang telah dibentuk, Luki melihat, PDIP sebagai partai dengan pemilik kursi terbanyak dan bisa mencalonkan pasangan calon sendiri, hendak memegang kendali koalisi. Kondisi ini mirip dengan Pilgub DKI 2007 di mana PDIP menggalang koalisi besar bersama partai-partai mengusung Fauzi Bowo, berhasil mengalahkan Adang Daradjatun yang saat itu diusung PKS.

"Koalisi Kekeluargaan meski belum tentu akan terlembaga dalam koalisi pengusung satu pasang cagub-cawagub tapi karena inisiatornya PDIP artinya adalah menjadi indikator bahkan makin menjauhnya PDIP dengan Ahok," ujarnya.

Luki menambahkan, meski terbangun Koalisi Kekeluargaan, belum tentu memori manis Pilgub DKI 2007 bisa terulang kembali, karena sangat bergantung kepada siapa sosok yang akan diusungnya.

"Yang jelas warga DKI mencari figur tipikal pendobrak nyata, bukan sekadar pencitraan," pungkasnya.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP