Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

'Koalisi kekeluargaan antitesis kepemimpinan otoriter & anti kritik'

'Koalisi kekeluargaan antitesis kepemimpinan otoriter & anti kritik' Ilustrasi Pemilu. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Tujuh DPD partai politik di DKI Jakarta telah sepakat untuk berkoalisi, guna mencari jagoan alternatif untuk melawan bakal calon petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Koalisi yang dinamakan Koalisi Kekeluargaan itu, mengakomodir kekuatan dari PDIP, Gerindra, PKS, Partai Demokrat, PPP, PKB, dan PAN, guna memenangkan Pilkada DKI 2017 mendatang.

Politikus PDIP Masinton Pasaribu menegaskan, koalisi ini merupakan upaya bagi ke tujuh parpol, dalam mencari alternatif lain dari pemimpin Jakarta hari ini yang dianggap otoriter dan anti-kritik dalam menjalankan tugasnya.

"Koalisi kekeluargaan dibentuk sebagai wujud kebersamaan, untuk menciptakan kepemimpinan demokratis membangun Jakarta sebagai rumah besar bersama, agar siapapun nyaman tinggal di dalamnya," ujar Masinton saat dihubungi, Kamis (11/8).

"Koalisi lahir sebagai antitesa kepemimpinan otokrasi yang mempersonifikasi kekuasaan adalah dirinya sendiri, anti-kritik, dan anti-demokrasi," katanya menambahkan.

Sebagai partai pemenang Pilkada DKI 2012 lalu, Masinton mengatakan jika PDIP tetap harus melakukan komunikasi politik dengan sejumlah elemen masyarakat, termasuk para parpol yang tergabung di Koalisi Kekeluargaan ini.

"Walaupun PDI Perjuangan bisa mencalonkan sendiri pasangan cagub dan cawagub di DKI Jakarta, namun partai kami selalu mendengar semua usulan dari berbagai kalangan, baik itu parpol, ormas, serta suara akar rumput warga Jakarta," ujarnya.

Ketika ditanya apakah nanti calon dari PDIP harus jadi Cagub atau bisa saja menjadi Cawagub di Pilkada DKI, Masinton menekankan jika intinya PDIP menginginkan pemimpin Jakarta yang membela kepentingan rakyat dan menciptakan harmoni kemajemukan.

Sebab, lanjut Masinton, pihaknya menyadari jika politik itu merupakan seni berdiplomasi, untuk saling bahu membahu mengedepankan kepentingan rakyat.

"Fokus utama PDI Perjuangan adalah menyiapkan kepemimpinan DKI Jakarta yang mampu mengedepankan kepentingan rakyat, dan mampu menciptakan harmoni kemajemukan," kata Masinton.

"PDI Perjuangan memahami bahwa politik adalah seni berdiplomasi, untuk bersama-sama bergotong-royong memenangkan kepentingan rakyat," pungkasnya.

(mdk/hhw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP