Koalisi Jokowi-Ma'ruf libatkan kepala daerah di tim kampanye
Merdeka.com - Koalisi Indonesia Kerja akan melibatkan kepala daerah dan calon anggota legislatif dalam tim kampanye nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Sekjen PKB Abdul Kadir Karding mengatakan pihaknya akan melihat aturan KPU terkait pelibatan kepala daerah dan caleg dalam tim kampanye.
"Sepanjang tidak dilarang aturan maka salah satu ujung tombak juru kampanye kita adalah kepala daerah termasuk kepala desa dan para caleg semua partai kita perkirakan sekitar 17-an ribu," kata Karding di Media Center TKN Jokowi-Ma'ruf di Jalan Cemara, Menteng, Jakarta, Senin (20/8).
Jika tidak diperbolehkan oleh aturan, kata Karding, para kepala daerah akan menjadi pengarah dalam TKN Jokowi-Ma'ruf. Namun jika diperbolehkan, para epala daerah akan ditugaskan menjadi pengarah teritori.
Pihaknya akan mengatur agar pelibatan kepala daerah di TKN Jokowi-Ma'ruf tidak melanggar aturan dan menimbulkan konflik kepentingan.
"Tentu-tentu. Saya kira enggak ada masalah kan sepanjang enggak dilarang dan kami atur mekanismenya ada, tidak conflict of interest," ujarnya.
Karding menjelaskan, kepala daerah yang dilibatkan tidak hanya dari daerah-daerah yang menjadi titik lemah dari Jokowi di Pemilu 2014 lalu. Ada sekitar 9 daerah yang disebut menjadi titik lemah Jokowi.
"Oh enggak. Kalau kampanye kan semua potensi harus digunakan. Soal pak Jokowi kalah tergantung. Kalau mereka mau bergabung ya kita ambil, jika tidak tentu kami ambil langkah-langkah lain. Jadi enggak spesifik gitu," ungkap dia.
Tim kampanye Jokowi-Ma'ruf menganggap semua daerah penting. Seluruh elemen TKN Jokowi-Ma'ruf akan ditugaskan mensosialisasikan capaian program dan kerja Jokowi per wilayah dengan memakai data yang akurat.
"Semua sebenarnya penting. Tahun lalu data dari Sumbar, Sumatera sebagian, Aceh, beberapa daerah lain itu memang kalah. Tapi kan banyak perubahan sekarang termasuk di Jabar," terang Karding.
"Karena hasil pembangunan Pak Jokowi relatif dirasakan masyarakat. Kita lihat di Jawa Barat misalnya sekarang elektabilitas Pak Jokowi menanjak signifikan melebihi pak Prabowo jauh," sambungnya.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya