Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Khofifah masih cek suara dukungan di Pilgub Jatim

Khofifah masih cek suara dukungan di Pilgub Jatim Khofifah. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketum PP Muslimat NU sekaligus Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menanggapi santai soal surat 21 kiai sepuh Nahdlatul Ulama (NU) terhadap DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengenai calon diusung dalam Pilgub Jatim 2018 mendatang. Khofifah yang disebut-sebut bakal kembali maju di hajatan lima tahunan ini mengaku menghormati siapapun yang ingin maju di Pilgub Jatim.

"Saya akan menghormati siapapun yang mencalonkan diri, siapapun yang mendukung siapapun. Saya rasa kita masih menjunjung tinggi proses demokrasi di negeri ini. Hak dicalonkan dan hak mencalonkan," kata Khofifah, Kamis (25/5).

Khofifah yang pernah terjungkal dua kali di pertempuran Pilgub edisi 2008 dan 2013 melawan KarSa (Soekarwo-Saifullah Yusuf), mengaku tidak terkejut jika partai penguasa dengan 20 kursi di Jawa Timur yang dulu mengusungnya itu, di 2018 nanti mengusung Gus Ipul.

Ditanya soal rencana pencalonan dirinya, Khofifah yang baru saja menghadiri undangan Harla ke 21 Ponpes Syaikh Abdul Qodir al Jailani, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Rabu (24/5) ini, juga menanggapinya santai.

"Saya cek, bagaimana elemen pemudanya, elemen middle class society di Jawa Timur, elemen pesantren, elemen perempuannya. Ini yang saya katakan cek sound. Segmentasi nelayan, segmentasi petani, segmentasi pengusaha, ya pokoknya lagi cek sound," pungkasnya.

Sebelumnya, usai disurati 21 kiai sepuh Nahdlatul Ulama (NU), DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggeser posisi Abdul Halim Iskandar sebagai calon gubernur di Pilgub Jawa Timur 2018. Mereka lebih memilih mengusung Wagub Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sebagai cagubnya.

Usai bertemu para kiai sepuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri dan Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo, Jawa Timur pada Rabu kemarin (14/5), Ketum DPP PKB Muhaimin Iskandar mengatakan, akan taat dan tunduk pada kiai dan ulama.

"Sebagai ketua umum DPP PKB, saya akan taat, mendengarkan dan tunduk kepada para ulama yang sangat kita muliakan," tegas Muhaimin.

Adik kandung Ketua DPW PKB Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar ini juga menginstruksikan kepada seluruh kadernya patuh kepada para kiai yang ingin menyatukan suara NU.

Ada empat poin imbauan yang disampaikan Cak Imin, sapaan Muhaimin Iskandar kepada kader dan pendukung Abdul Halim Iskandar. Yang pertama, kader PKB wajib mengikuti perintah kiai dan menjaga kekompakan serta kebersamaan keluaga besar NU.

Yang kedua, harus senantiasa memperjuangkan cita-cita luhur NU. Karena PKB merupakan putra tunggal NU. Poin ketiga, kader PKB yang selama ini berjuang untuk Abdul Halim Iskandar, wajib taat kepada kiai dan NU sebagai jamiyah yang melahirkan PKB.

Dan poin yang tetakhir, memohon maaf kepada semua kader yang selama ini memperjuangkan Gus Halim maju menjadi gubernur, sehingga harus taat kepada kiai dan NU.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP