Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ketum PPP yakin bocornya percakapan Menteri BUMN - Dirut PLN bermuatan politis

Ketum PPP yakin bocornya percakapan Menteri BUMN - Dirut PLN bermuatan politis Menteri BUMN Rini Soemarno panen raya. ©Humas Kementerian BUMN

Merdeka.com - Bocornya rekaman percakapan antara Menteri BUMN Rini Soemarno dengan Dirut PLN Sofyan Basyir menimbulkan berbagai spekulasi. Ketua Umum PPP Rommahurmuziy menduga ada muatan politis di balik bocornya percakapan Rini dan Sofyan.

"Yang pasti pembocoran itu sudah bermaksud politis. Kalau misalnya kalau tidak bermaksud politis tentu tidak dibocorkan," kata pria yang akrab disapa Romy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/4).

Romy menyarankan Rini buka-bukaan soal isi percakapannya bersama Sofyan. Termasuk, jika Rini menganggap rekaman percakapan tersebut tidak utuh. Tujuannya agar publik tidak berburuk sangka kepada Rini atau Sofyan. Sekaligus menepis semua spekulasi.

"Jadi saya tentu segera mengungkap percakapan tersebut seterang-terangnya ke publik apa urgensi percakapan itu sehingga masyatakat tidak membangun spekulasi," ujarnya.

Dia menuturkan, segala kinerja pemerintah tengah mendapat sorotan dari kubu oposisi jelang Pemilu 2019. Dia tidak ingin masalah ini dijadikan celah oleh kubu oposisi untuk menyerang pemerintahan Joko Widodo.

"Sehingga kalau ini dijadikan sebagai komoditas untuk menggoreng isu dalam kontestasi presiden, maka seluruh ini harus disikapi secara dengan sigap tanpa harus menunggu komando dari presiden. Agar kemudian tidak seolah-olah bagian dari pembiaran yang dilakukan oleh presiden sendiri," tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno, menduga viralnya rekaman suara antara dirinya dengan Direktur Utama (Dirut) PT PLN (Persero) Sofyan Basir karena adanya kalangan yang tak suka dengan kesolidan BUMN yang tengah dibangunnya. Menteri Rini mengaku nama baiknya telah tercoreng dengan adanya rekaman tersebut.

"Ya sudah, mungkin memang ada orang yang tidak happy kepada kita. Karena saya terus tekankan bahwa kita one nation, one spirit, one family," kata Menteri Rini di De Tjolomadoe, Karanganyar, Minggu (29/4).

Dijelaskannya, konteks utuh dari pembicaraan itu sebenarnya mengenai rencana PLN dan Pertamina menjadi offtaker dari salah satu proyek storage gas. Disitu, Menteri Rini menginstruksikan kepada PLN dan Pertamina untuk memiliki saham dari proyek tersebut. Dengan begitu, dua BUMN bisa memperoleh keuntungan.

Namun dari rekaman viral tersebut seolah-olah Menteri Rini dan Sofyan yang memiliki kepentingan pribadi untuk bisa mendapatkan fee dari proyek tersebut. Dia menjelaskan rekaman tersebut dibuat tidak lengkap, tidak dalam pembicaraan utuh.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP