Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ketua DPR nilai pidato Jokowi bukan kejengkelan tapi klarifikasi

Ketua DPR nilai pidato Jokowi bukan kejengkelan tapi klarifikasi Ketua DPR dan Ketua KPK usai gelar pertemuan. ©2018 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Ketua DPR Bambang Soesatyo menilai pernyataan keras Presiden Joko Widodo terhadap isu-isu miring kepadanya bukan bentuk kemarahan, melainkan klarifikasi. Jokowi tampak keras saat menanggapi isu-isu miring seperti utang Indonesia, antek asing, sampai prediksi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto soal Indonesia bubar pada 2030. Jokowi juga pernah melontarkan pernyataan keras saat dikaitkan dengan PKI.

"Ya menurut saya yang disampaikan oleh presiden bukan kejengkelan tetapi sebuah klarifikasi," kata Bambang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/4).

Menurut Bambang, Jokowi menyampaikan klarifkasi karena telah memiliki data untuk membuktikan tudingan dan fitnah tersebut tidak benar. Selain itu, klarifikasi juga diperlukan agar tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat.

"Yang menurut saya wajar saja bahwa seorang presiden memang harus memberikan penjelasan yang clear terhadap masyarakat agar tidak menimbulkan kebingungan atau ketidakpastian dari masyarakat," tandasnya.

Diketahui, Jokowi memberikan respons keras atas isu-isu yang belakangan ditujukan kepadanya, mulai dari utang yang membengkak hingga prediksi Indonesia bubar pada tahun 2030 dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Pernyataan Jokowi disampaikan saat memberikan sambutan dalam acara Konvensi Nasional Galang Kemajuan Tahun 2018 di Ballroom Puri Begawan, Bogor, Sabtu (7/4).

Contohnya, Jokowi menyindir Prabowo dengan menyebut pemimpin seharusnya memberikan rasa optimisme kepada rakyatnya. Bukan sebaliknya malah menularkan virus pesimisme.

"Jangan pesimis 2030 bubar. Pemimpin itu harus memberikan optimisme kepada rakyatnya. Pemimpin harus memberikan semangat kepada rakyatnya meskipun tantangannya tidak gampang," kata Jokowi.

Jokowi juga geram dengan pemberitaan di media sosial tentang isu utang pemerintah yang jumlahnya mencapai ribuan triliun Rupiah. Presiden Jokowi menegaskan, utang itu bukan karena ulahnya melainkan sudah ada dari pemerintah sebelumnya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP