Ketua DPR minta pemerintah perhatikan ucapan SBY soal intelijen
Merdeka.com - Ketua DPR Ade Komarudin (Akom) menilai ucapan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, soal kinerja intelijen harus jadi bahan koreksi. Sehingga lembaga pemerintah, BIN maupun kepolisian tidak salah mengeluarkan informasi.
"Menurut saya itu salah satu masukan dari pak SBY yang bisa menjadi perhatian kita semua," kata Akom di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/11).
Menurutnya, pernyataan SBY bukan tanpa dasar. Akom meyakini bahwa SBY telah mendalami bukti laporan itu dengan baik. Dia mengingatkan, SBY memiliki segudang pengalaman dan pengabdian cukup lama di bidang militer dan intelijen.
"Jangan lupa dia mantan presiden dua periode. Pernah menjadi Menkopolhukam, kastaf terirorial semacam kasospol, ketua fraksi ABRI MPR RI, artinya punya pengalaman cukup banyak dan pengabdiannya teruji. Beliau berlatarbelakang tentara beliau sangat paham intelijen itu masukan yang patut dipertimbangkan," jelasnya.
Soal aksi 4 November, Akom meminta Polri dan TNI untuk bersiaga penuh menjaga aksi agar berjalan kondusif dan tertib. Dia juga meminta kepada aparat untuk mengedepankan langkah persuasif dan preventif dalam menjaga aksi massa tersebut.
"Kepada aparat polisi, kita harus siaga penuh hadapi demonstrasi tanggal 4 November tersebut. Dalam rangka antisipasi jangan terjadi apapun. Kepada TNI juga sama. Dua-duanya harus siaga penuh," tegasnya
"Tetapi aparat juga harus memahami negara ini negara demokrasi. Demonstrasi adalah hak semua warga diperbolehkan dalam demokrasi sebagai sarana penyampaian aspirasi yang tidak boleh dihambat siapapun," sambung dia. (mdk/ang)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya