Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ketua DPR dukung pemerintah keluar dari Trans Pacific Partnership

Ketua DPR dukung pemerintah keluar dari Trans Pacific Partnership Setya Novanto. ©2017 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) mengatakan keinginan pemerintah untuk membatalkan keikutsertaan dalam kerjasama perdagangan Trans Pacific Partnership (TPP) patut didukung. Apalagi, kata dia, Amerika Serikat sudah keluar dari kerja sama tersebut.

Setnov mengatakan, bagi Indonesia yang harus diutamakan adalah kepentingan nasional, bagaimana melindungi perekonomian dalam negeri. Dengan ketentuan semua anggota TPP harus menerapkan kebijakan non-tarif memang di satu sisi memberikan peluang untuk meningkatkan perdagangan ke negara lain.

"Tetapi jangan lupa potensi meningkatnya serbuan negara anggota TPP ke dalam negeri jauh lebih besar ketimbang kenaikan ekspor yang kita lakukan," kata Setnov, Senin (30/1).

Ketum Partai Golkar itu menambahkan. apalagi negara-negara anggota TPP mempunyai kekuatan industri yang lebih baik dibanding Indonesia. Sebut saja misalnya Vietnam, panetrasinya terhadap pasar Amerika sangat kuat, terutama untuk produk tekstil, produk tekstil dan alas kaki.

"Sebaiknya kita mengoptimalkan kekuatan pasar dalam negeri dan potensi di kawasan Asean yang sampai sekarang belum digarap dengan serius. Pasar Asean belum dioptimalkan, baru tergarap sekitar 25 persen," katanya.

Selan itu, lanjutnya, berbagai kelemahan perlu terus diperbaiki seperti iklim investasi, kepastian hukum serta stabilitas politik dan keamanan. Menurutnya, demonstrasi yang belakangan sering terjadi juga dapat mengganggu iklim investasi sehingga mempengaruhi masuknya modal asing ke dalam negeri.

"DPR mendukung penuh kebijakan pemerintah untuk memperkuat ekonomi dalam negeri. Ekonomi Kerakyatan yang menjadi penyangga dan penyelamat perekonomian harus kita optimalkan. Tindakan afirmasi harus ditunjukkan baik berupa kebijakan, kelembagaan, permodalan dan pemasaran. Demikian pula, Industri manufaktur harus kita genjot kembali supaya dapat tumbuh dengan baik, karena serapannya terhadap lapangan kerja juga sangat besar" tutupnya.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP