Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ketua BPK masuk daftar Panama Papers, tamparan keras bagi negara

Ketua BPK masuk daftar Panama Papers, tamparan keras bagi negara Pelantikan Ketua BPK Harry Azhar. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Ketua DPP Partai Hanura Dadang Rusdiana‎ kecewa atas masuknya nama Ketua BPK Harry Azhar‎ dalam daftar Panama Papers. Menurutnya, hal ini menurunkan kepercayaan publik.

‎"Indikasi tersangkutnya ketua BPK adalah tamparan keras bagi negara. Karena tentunya tidak tanggung-tanggung yang terkena adalah Ketua BPK yang tentunya harus menjadi suri tauladan dalam kepatuhan terhadap undang-undang, termasuk kepatuhan membayar pajak," ujar Dadang saat dihubungi merdeka.com, Senin (18/4).

Sekretaris Fraksi Hanura DPR ini mengatakan, jika benar Harry menyimpan uangnya di negara surga pajak agar terhindar tagihan pajak negara, maka semua rakyat berhak kecewa. Karena itu DPR perlu menindaklanjuti data yang diungkap Panama Papers.

"Terbongkarnya dokumen Panama yang kemudian nama-nama pengemplang pajak tentunya harus segera ditindaklanjuti oleh DPR. Paling tidak kita meminta klarifikasi dari yang bersangkutan. Sejauh mana benar atau tidaknya," tuturnya.

Selain itu Dadang berharap BPK melakukan koreksi diri. Ini penting untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap lembaga auditor negara.

"Kalau benar terlibat, tentu bagi BPK sebagai lembaga negara memiliki mekanisme untuk menuntaskannya agar integritas lembaga auditor negara ini tetap terjaga," ucapnya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP