Ketemu di DPR, Ibas pesan ke Jokowi agar Demokrat jangan dipecah
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo menghadiri rapat konsultasi dengan pimpinan DPR dan fraksi yang duduk di parlemen. Rapat tersebut membahas alasan Jokowi yang batal melantik Kalemdikpol Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri. Selain itu, rapat yang berlangsung sekitar tiga jam itu juga membahas tentang APBN-P.
Wakil Ketua DPR Fadli Zon Mengatakan, rapat antara DPR dan Presiden itu berlangsung secara hangat dan sangat terbuka, di mana setiap fraksi diperbolehkan menyampaikan pendapat apapun ke Presiden secara langsung.
Fadli mengatakan, saat giliran Fraksi Demokrat menyampaikan pendapatnya ke Jokowi. Fadli menyebut bahwa Ketua Fraksi Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) melontarkan guyonan ke Mantan Gubernur DKI Jakarta itu, yakni berharap agar partainya tidak senasib dengan Partai Golkar yang mengalami perpecahan.
"Fraksi Demokrat diwakili Ibas juga sampaikan pesan khusus diakhir pendapat fraksinya yaitu meminta Presiden untuk tidak 'menggolkarkan' Demokrat sambil bercanda," kata Fadli seusai mengikuti rapat dengan Jokowi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/4).
Waketum Partai Gerindra ini juga menuturkan, hal yang sama juga disampaikan oleh Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Fraksi Golkar. Mereka meminta agar pemerintah tidak ikut campur soal internal partai politik.
"Presiden sampaikan tidak ada niat untuk melakukan itu, begitu juga terkait masalah intenal dan sebagainya untuk tidak dicampuri. Secara normatif Presiden mengamini masalah itu," tukasnya.
Seperti diketahui, Partai Demokrat akan menggelar kongres pada awal Mei mendatang. Golkar dan PPP saat ini mengalami dualisme kepemimpinan di partainya usai menggelar munas dan muktamar, karena ada kubu yang ingin ngotot gabung pemerintah Jokowi, ada juga kubu yang ingin tetap berada di luar pemerintah. (mdk/rnd)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya