Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kembali ke Golkar, Nusron siap jika diminta Setnov jadi pengurus

Kembali ke Golkar, Nusron siap jika diminta Setnov jadi pengurus Kepala BNP2TKI Nusron Wahid. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Politikus Golkar Nusron Wahid pernah dipecat dari keanggotaan partai karena mendukung pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla pada Pilpres 2014. Saat itu, Partai Golkar merupakan salah satu penopang pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Radjasa.

Seiring rekonsiliasi partai berlambang beringin, status Nusron Wahid beserta Poempida Hidayatullah dan Agus Gumiwang yang juga pendukung Jokowi-JK saat itu, direhabilitasi dan kembali tercatat menjadi kader Partai Golkar. Keputusan itu diambil dalam Munaslub Golkar di Bali beberapa waku lalu.

Saat ini Partai Golkar telah memiliki nakhoda baru yakni Setya Novanto yang terpilih sebagai Ketua Umum partai saat gelaran Munaslub di Bali. Nusron yang kini menjabat sebagai Kepala BNP2TKI mengaku siap apabila ditunjuk menjadi pengurus inti Partai Golkar.

"Semua saya serahkan pada Ketua Umum terpilih, dimasukan pengurus Alhamdulillah, tidak dimasukkan tetap bantu, namanya kita pernah aktif dan besar di sana, saya besar di Golkar. Saya besar di NU dan Golkar. Kan dua-duanya enggak boleh kita tinggalkan," kata Nusron di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (24/5).

Jika nantinya dia ditunjuk menjadi pengurus Partai Golkar, Nusron Wahid akan merangkap jabatan. Dia akan terlebih dulu meminta izin kepada Presiden Jokowi apakah diperbolehkan untuk merangkap jabatan.

"Kalau monggo diperbolehkan enggak apa-apa Alhamdulillah jalan, kalau enggak boleh ya sudah makanya kita pasukan harus memilih salah satu," ujarnya.

"Semua kembalikan ke Ketua Umum dan Presiden, yang kasih pangkat kan Ketua Umum, yang kasih jabatan saya Presiden, semua terserah Presiden dan Ketua Umum."

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP