Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kelakar Ganjar Pranowo Disinggung Kemungkinan 'Pindah' dari PDIP

Kelakar Ganjar Pranowo Disinggung Kemungkinan 'Pindah' dari PDIP Ganjar Pranowo persiapan antisipasi mudik lebaran 2021. ©jatengprov.go.id

Merdeka.com - Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo disarankan keluar dari PDIP jika ingin maju menjadi calon presiden pada Pemilu 2024. Nama Ganjar selalu masuk dalam tiga besar survei Capres. Tapi peluangnya diyakini tertutup karena ada sosok Puan Maharani yang digadang maju dalam kontestasi politik di 2024.

Terkait peluangnya maju dari parpol lain, Ganjar sendiri memilih menolak komentar. Dia saat ini lebih memilih berpikir tentang penanganan Covid-19 di Jawa Tengah. Dia juga menolak bicara serius saat disinggung pindah dari PDIP.

Sambil berkelakar, Ganjar mengatakan, saat ini dirinya memang pindah. Tapi bukan dari PDIP, melainkan pindah dari kota ke kota lain untuk memastikan penanganan Covid-19 di Jateng berjalan dengan benar.

"Saya pindah dari Kudus, Jepara ke Pati untuk cek kapasitas RS, tempat isolasi dan memberi dukungan kepada Pemda dan pasien," kata Ganjar saat dihubungi merdeka.com, Selasa (15/6).

Soal namanya disandingkan dengan Sandiaga Uno untuk maju pemilu sebagai pasangan paling kuat saat ini, Ganjar juga menolak komentar. Dia menegaskan, sedang fokus menanggulangi pandemi Covid-19.

"Saya lagi konsentrasi urus Covid," kata Ganjar.

Peluang di PDIP Tertutup

Pengamat Politik LIPI Aisah Putri Budiarti mengatakan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memiliki kans untuk menjadi Capres. Lantaran memiliki elektabilitas yang tinggi.

"Jika Ganjar, berbasis survei, memiliki elektabilitas yang tinggi dan konsisten demikian, maka ia berkemungkinan menjadi calon dalam pilpres baik itu diusung PDIP, ataupun jika ternyata PDIP tak mencalonkannya, maka diusung partai lain," kata dia saat dihubungi, Senin (14/6).

Peluang tersebut terbuka lebar, terutama karena partai politik memiliki krisis ketersedian calon untuk pilpres dari kalangan internal. Kecuali Gerindra, jika Prabowo mencalonkan kembali.

Persoalannya, lanjut dia, bukan karena Parpolnya tidak memiliki tokoh mumpuni atau yang potensial didukung kuat secara internal. Melainkan tidak punya calon yang populer di mata publik.

"Padahal ini adalah kunci menang dalam pemilu langsung," tegas dia.

Jika menilik pengalaman partai dalam pilpres sebelumnya, maka Ganjar punya potensi. Dengan latar belakangnya sebagai jawa-Muslim dan track-record di politik lokal dan nasional bisa dianggap oleh partai sebagai sosok dengan kriteria yang cocok dan berpeluang menang di dalam pilpres.

"Kedua hal itu memungkinkan Ganjar dicalonkan dalam Pilpres 2024 ke depan, baik oleh PDIP ataupun tidak," ungkap dia.

Beli Kendaraan Politik

Sementara itu, Pengamat Politik Ujang Komarudin menilai, pasangan calon presiden Ganjar Pranowo dan Sandiaga Uno bakal sulit terwujud. Sebab keduanya terhalang oleh restu partai.

Ganjar di PDIP terhalang oleh putri mahkota Puan Maharani. Sementara, Sandiaga di Gerindra masih ada Prabowo Subianto.

"(Ganjar-Sandiaga) Agak sulit berpasangan. Karena keduanya tak punya partai. Ganjar terhalang PDIP. Dan Sandiaga terhalang Gerindra. Karena di PDIP ada Puan. Di Gerindra ada Prabowo," kata Ujang melalui pesan singkat, Senin (14/6).

Ujang mengatakan, semua tergantung elektabilitas keduanya. Bisa saja ada partai lain yang melirik. Atau Ganjar dan Sandi bisa 'membeli' kendaraan politik untuk berlaga di Pilpres 2024.

"Namun tergantung juga dari elektabilitas keduanya. Jika keduanya memiliki elektabilitas yang tinggi mengalahkan kandidat lain, bisa saja ada partai yang meminangnya. Atau bisa juga membeli partai," katanya.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP