Kata Prabowo soal pendekar dan pemimpin berhati singa
Merdeka.com - Capres partai Gerindra gemar menggunakan kata-kata yang heroik dan membakar semangat saat berkampanye. Maklum latar belakang Prabowo berpuluh tahun sebagai sosok militer. Prabowo juga menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).
Minggu (12/5), Prabowo menghadiri Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pencak Silat seluruh Indonesia di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur.
Dalam pidatonya, dia berpesan kepada para peserta yang akan bertanding agar bertarung sportif. Jangan curang, apalagi menipu.
Ikuti berita Prabowo Subianto di Liputan6.com
"Kalau kau cinta dan bangga menjadi anak Indonesia, pasti kau bangga pada pencak silat. Jangan melakukan sifat-sifat curang di budaya pencak silat. Tidak ada yang boleh curang, tidak ada yang boleh menipu. Taktik boleh, curang tidak boleh," kata Prabowo.
Menurut mantan Danjen Kopassus ini, pencak silat mengajarkan nilai-nilai luhur dengan menjunjung tinggi sportifitas seperti halnya seorang pendekar.
"Pencak silat mengajarkan nilai-nilai leluhur, nilai-nilai pendekar. pendekar itu jujur dan tidak jadi koruptor, pendekar itu selalu membela yang lemah, mereka-mereka yang tidak berdaya," serunya dengan berseragam hitam-hitam.
Beberapa waktu lalu, Prabowo pun sempat menyinggung soal kepemimpinan yang dipelajarinya semasa berdinas di TNI.
"Saya dulu di tentara belajar sebuah adagium yang berlaku bagi setiap tentara sepanjang sejarah: There are no bad soldiers, only bad commanders. Tidak ada prajurit yang jelek. Hanya ada para komandan yang jelek."
"Ada juga adagium yang diajarkan kepada saya saat saya perwira muda: Seribu kambing dipimpin oleh seekor harimau akan mengaum semua. Tetapi seribu harimau dipimpin kambing akan embeeeek semua," kata Prabowo.
Berita lengkap mengenai Prabowo Subianto bisa diakses di Liputan6.com
(mdk/ian)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya