Merdeka.com tersedia di Google Play


Kata politisi Senayan tentang pencapresan Rhoma

Reporter : Anwar Khumaini | Rabu, 14 November 2012 08:09


Kata politisi Senayan tentang pencapresan Rhoma
Rhoma Irama. ©kapanlagi.com

Merdeka.com - Pencapresan Rhoma Irama disambut pro dan kontra. Para politisi Senayan sebagian ada yang menyambut baik, tapi ada juga yang mencibir. Di satu sisi Rhoma dianggap sangat populer, tapi ada yang beranggapan popularitas saja tidak cukup bagi Bang Haji untuk jadi orang nomor satu di RI.

Seperti disampaikan Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Teguh Juwarno. Dia menilai popularitas raja dangdut Rhoma Irama sangat luar biasa di mata penggemar musik dangdut. Menurut Teguh, sah saja jika Rhoma Irama ingin mencalonkan diri sebagai presiden RI.

"Kita belum pernah tahu kegemaran masyarakat dengan pedangdut beralih ke capres, ini tantangan bang Rhoma layak tidak dari raja dangdut menjadi capres," ujar Teguh di Gedung DPR, Senin (12/11) lalu.

Anggota Komisi V DPR ini juga berpendapat, setiap warga negara Indonesia berhak mencalonkan diri sebagai presiden sesuai dengan yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945. "Persoalannya adalah Bang Rhoma menyanggupi dukungan dari kelompok masyarakat atau dari ormas atau parpol, untuk maju jadi capres," jelas Teguh.

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menganggap positif pencapresan Rhoma. Rhoma layak diperhitungkan lantaran memiliki popularitas yang tinggi.

"Tentu jika ada kader yang dilirik untuk diwacanakan (sebagai capres), kita ikut senang. Soal elektabilitas, butuh waktu untuk menguji itu," kata Sekretaris Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Arwani Thomafi saat dihubungi, Senin (12/11).

Popularitas Rhoma sebagai penyanyi Dangdut layak diperhitungkan. Karena itulah, PPP mengakui jika Rhoma memiliki massa pendukung kuat di lingkungan partai berlambang Kabah tersebut. Sebab itu, banyak warga yang mendukung pencalonan Rhoma.

"Mereka merasa senang, jika Rhoma ikut diwacanakan dalam Pilpres 2014," terangnya.

Namun, PPP tidak akan tergesa menetapkan capres dan cawapres. Semua itu akan dipertimbangkan kembali setelah pelaksanaan pemilu legislatif.

Partai Golongan Karya juga menyambut baik niat Rhoma Irama yang ingin maju menjadi calon presiden 2014. Namun Golkar belum berfikir untuk menyandingkan Rhoma dengan sang ketua umum, Aburizal Bakrie alias Ical.

"Partai Golkar sampai hari ini belum membahas cawapres. Bahkan kriteria bakunya saja belum," kata Ketua DPP Golkar Hajriyanto Y Tohari saat dihubungi, Selasa (13/11).

Meskipun banyak pihak kaget dengan pencapresan Rhoma, Hajriyanto mengajak rakyat untuk berusaha membiasakan diri terkait kemunculan tokoh-tokoh baru menjelang pilpres 2014. Terlebih dengan sosok Rhoma yang pernah dibesarkan partai berlambang beringin tersebut, dengan jabatan anggota DPR/MPR fraksi Golkar periode 1997-1999. Semua calon tidak boleh dipandang remeh.

"Siapapun dia dan apapun latar belakang profesinya, kita tidak boleh memandang enteng seseorang yang menyatakan keinginan dan keterpanggilannya menjadi capres," kata Hajriyanto.

Nada miring justru keluar dari kader PPP sendiri, Sekretaris Majelis Pakar Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan, Ahmad Yani. Deklarasi Rhoma Irama sebagai calon presiden, belum mendapat restu dari Partai Persatuan Pembangunan. PPP sendiri belum berencana mengusung capres berlatar belakang seni.

"Jangan latah, memilih seniman semua. Tidak cukup popularitas. Sembilan tahun kita memilih, karena proses pencitraan semata," kata Sekretaris Majelis Pakar Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan, Ahmad Yani di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (12/11).

Yani mengakui jika Rhoma merupakan salah satu tokoh sentral di tubuh partai berlambang Ka'bah tersebut. Namun untuk menjadi capres, tidak cukup hanya bermodal popularitas.

"Jadi haknya dia, PPP belum memutuskan. Karena PPP menitikberatkan pada legislatif. 2013 Pertengahan baru bicara capres," ujar Yani.

Politikus Partai Demokrat, Ruhut Sitompul menanggapi santai perihal pencalonan raja dangdut Rhoma Irama sebagai calon presiden 2014. Menurut Ruhut, elektabilitas dan pendukung yang dimiliki Rhoma saat ini, belum cukup untuk menjadi modal calon presiden 2014.

"Ntar kalau Inul juga nyalonin (jadi capres), repot juga kita kan," kata Ruhut di Gedung DPR, Jakarta, Senin (12/11).

Menurut pria yang terkenal dengan sapaan Poltak ini, semua warga negara berhak menjadi presiden. "Yah namanya politik, 2 tambah 2 kan bisa jadi 6, 7, 8, 9 bisa saja," ujarnya.

Ruhut menyarankan Rhoma mengukur kemampuan sebelum benar-benar yakin untuk mencalonkan diri. Meski demikian, anggota Komisi III ini tetap mendoakan agar Rhoma bisa mendapatkan kendaraan politik di Pilpres nanti.

"Bang Rhoma kan pendukung Foke, eh taunya Jokowi yang menang. Tapi saya tetap doakan ada partai Islam yang mencalonkan Bang Rhoma nanti," sindir Ruhut.

[war]


Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Capres 2014, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Capres 2014.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup





Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
LATEST UPDATE
  • 5 Manfaat bercinta untuk kesehatan mental
  • Pencurian motor di Kediri terulang, pemain Persik jadi korban
  • Melunak, Suryadharma Ali upayakan islah
  • Pertamina dapat dua tanker baru buatan PT PAL
  • Suryadharma Ali: PPP dan Prabowo belum koalisi formal
  • Romi sebut SDA bisa jadi Ketum PPP lagi kalau islah di Mukernas
  • Review: Man United tak berkutik di Goodison Park
  • Pemuda tewas tergantung di kebun tempat ia biasa kesurupan
  • Tengah malam, kubu kontra-SDA gelar rapat persiapan Mukernas
  • Habis 'kerokan', Ismail meninggal di bangku warung
  • SHOW MORE