Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kasus orangtua murid pukul guru, DPR wacanakan revisi UU Pendidikan

Kasus orangtua murid pukul guru, DPR wacanakan revisi UU Pendidikan Ade Komarudin. ©dpr.go.id

Merdeka.com - Ketua DPR RI Ade Komarudin mengecam tindakan pemukulan orangtua murid terhadap guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Makassar, bernama Dasrul. Pria yang akrab disapa Akom ini mengatakan, pihaknya akan mendorong revisi UU Pendidikan.

"Saya terus terang terpukul. Kok bisa hal ini terjadi, bila perlu kita revisi Undang-undang pendidikan," kata Ade di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (12/8).

Akom menilai, tugas guru tidak bisa diintervensi. Dalam kasus ini, menurutnya, upaya pendisiplinan yang dilakukan Dasrul terhadap muridnya adalah bagian dari proses belajar mengajar.

"Apalagi kita tahu soal kesejahteraan soal guru. Karena itu, kita harus mendukung peran guru," tegasnya.

Sebelumnya diketahui, seorang guru, Dasrul, (45) dianiaya orangtua siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Makassar, jalan Pancasila, Rabu (10/8). Pelaku yang diketahui bernama Adnan Achmad (38) memukul korban setelah tak terima anaknya, Af (15), ditegur dan ditampar pada jam pelajaran di sekolah.

Kepala Polsek Tamalate Kompol Azis Yunus mengatakan, pelaku saat ini diamankan di kantor untuk dimintai keterangan oleh penyidik. Adapun korban yang menderita luka di bagian wajah sudah menjalani perawatan di rumah sakit, sekaligus mendapatkan visum.

Menurut Azis, penganiayaan orangtua siswa terhadap guru akibat kesalahpahaman. Pelaku yang terbawa emosi mendatangi sekolah dan langsung memukul guru anaknya. Dari keterangan sementara, kejadian bermula saat Dahrul menegur Af karena tidak menyetor pekerjaan rumah.

Af disebut melontarkan kata-kata kotor dan tidak sopan kepada gurunya, yang dibalas dengan tamparan secara spontan. Af menelepon orangtuanya yang kemudian datang dengan emosi dan memukuli sang guru.

"Kasus ini sedang kita selidiki," kata Azis saat dikonfirmasi lewat telepon, Rabu (10/8).

Saat kejadian, situasi sempat memanas. Sekelompok siswa di sekolah hampir mengeroyok pelaku karena tidak terima sang guru dipukuli. Tapi petugas polisi segera tiba di lokasi untuk mengevakuasi.

"Siswa juga sudah ditenangkan oleh para guru," kata Azis.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP